
SERAYUNEWS-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui kegiatan pelatihan keterampilan merajut benang yang digelar di Aula Gatotkaca Rutan Banjarnegara, Jumat (16/1/2026).
Pelatihan ini bertujuan membekali WBP dengan keterampilan praktis agar mampu memanfaatkan waktu luang secara positif dan produktif selama menjalani masa pidana. Dalam kegiatan tersebut, WBP mendapatkan pendampingan langsung dari petugas serta peserta magang, mulai dari pengenalan alat dan bahan merajut hingga praktik membuat rajutan sederhana.
Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, mengatakan bahwa kegiatan keterampilan seperti merajut memiliki peran strategis dalam proses pembinaan. Selain melatih ketekunan dan kreativitas, keterampilan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi bekal usaha mandiri setelah WBP kembali ke masyarakat.
“Pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan. Kami ingin WBP memiliki keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas,” ujar Dodik Harmono.
Menurutnya, Rutan Banjarnegara juga merencanakan kerja sama dengan penjahit lokal di wilayah Banjarnegara dalam waktu dekat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas materi pelatihan, termasuk keterampilan menjahit dan pengembangan produk rajutan agar memiliki nilai jual dan daya saing ekonomi.
Dikatakanya, keterlibatan pihak luar menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pembinaan. Dengan dukungan pelaku usaha lokal, WBP diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan dasar, tetapi juga wawasan tentang dunia kerja dan peluang usaha yang berkelanjutan.
Dalam pelatihan ini, para warga binaan terlihat sangat antusias, melihat hal tersebut, Rutan Banjarnegara akan terus menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan.