Minggu, 27 November 2022

Mantap! Politeknik Negeri Cilacap Berhasil Kembangkan Tiga Teknologi Berbasis Energi Ramah Lingkungan

 

Tim PNC saat menunjukan Solar Electric Devise Charging Station atau stasiun pengisian baterai ponsel dengan energi dari surya/matahari, Selasa (1/11/2022). (Media PNC)

Tim Pengabdian Politeknik Negeri Cilacap (PNC) berhasil kembangkan tiga teknologi berbasis energi ramah lingkungan. Yakni Solar Electric Devise Charging Station atau stasiun pengisian baterai ponsel dengan energi dari surya/matahari. Kemudian Solar Wind System (SWS) yang merupakan pompa air bertenaga surya dan teknologi untuk membantu pengairan sawah.


Cilacap, serayunews.com

Ketua Tim Pengembangan Solar Electric Devise Charging Station, yang juga Dosen Teknik Elektronika PNC, Novita Asma Ilahi memberikan penjelasannya. Dia mengatakan, charging station  memanfaatkan tenaga surya yang bersifat gratis untuk seluruh wisatawan. Agar wisatawan yang datang ke Widarapayung Wetan merasa nyaman dan terfasilitasi selama berwisata di desa tersebut.

“Solar Electric Devise Charging Station adalah stasiun pengisian baterai ponsel dengan energi dari surya/matahari. Jadi tempat ngecas gratis untuk wisatawan, yang energi listriknya dari panel surya,” katanya kepada serayunews.com, Selasa (1/11/2022).

Lebih lanjut Novita menjelaskan, nantinya charging station tersebut akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan-kendaraan berenergi listrik. Sementara saat ini, tim sedang melakukan perhitungan ekonomi pembangunan dan pengembangan charging station tersebut, mengingat investasinya cukup besar.

“Tujuan kita untuk mengembangkan daerah wisata. Sekaligus mengedukasi masyarakat, Alhamdulillah mendapat sambutan baik dari warga maupun pemdes setempat,” tuturnya.

Tim PNC saat menunjukkan teknologi Solar Wind System (SWS) yang merupakan pompa air bertenaga hybrid dari surya dan angin untuk pengairan sawah, Selasa (1/11/2022). (Tim PNC)
Irigasi

Selain Solar Electric Devise Charging Station, PNC juga berhasil melakukan pengembangan sistem energi baru terbarukan sebagai teknologi tepat guna dalam proses irigasi persawahan di lahan aset Desa Widarapayung Wetan oleh tim yang diketuai Vicky Prasetya.

Vicky Prasetya menjelaskan, teknologi ini memanfaatkan energi cahaya matahari yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik melalu panel surya untuk sumber energi pengoperasian pompa air.

“Sistem tersebut mampu bekerja selama 5 sampai 6 jam dengan bantuan baterai sebagai energi cadangan, yang mampu menghasilkan air sebanyak 10.000 liter per hari untuk luas area sekitar 5 hektare,” ujarnya.

Sementara, PNC juga berhasil mengembahkan teknologi Solar Wind System (SWS) yang merupakan pompa air bertenaga hybrid dari surya dan angin untuk pengairan sawah. Teknologi ini dikembangkan oleh tim dengan ketua Afrizal Abdi Musyafiq.

Menurut Afrizal, teknologi pembangkit hybrid dari angin dan surya sebagai sumber energi alternatif di area persawahan sebagai sumber energi listrik bersih dan ramah lingkungan. Sumber energi listrik tersebut sebagai supply energi bagi penerangan di area persawahan juga membantu sistem irigasi air.

“Lokasi Desa Widarapayung Wetan yang masih di kawasan pesisir pantai tentu menjadi alasan tersendiri. Terutama untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam dari angin dan surya sebagai bahan baku utama dalam proses pembangkitan listrik di masa depan,” jelasnya.

Editor :Kholil

Berita Terpopuler

Berita Terkini