Rabu, 25 Mei 2022

Menteri Kelautan dan Perikananan Tinjau Lokasi Kapal Terbakar di Cilacap

Sejumlah ABK yang terdampak kapal terbakar di Cilacap mendapat bantuan sembako dari KKP (Ulul Azmi)

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi kapal terbakar di Dermaga Batre Cilacap, Rabu (11/5/2022). Dalam kunjungannya, menteri memberikan bantuan sembako kepada anak buah kapal (ABK) dan menjanjikan bantuan pinjaman lunak kepada pemilik kapal yang terbakar.


Cilacap, serayunews.com

Dalam kunjungan kerjanya di Cilacap, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama rombongan kementerian didampingi Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Anggota DPR RI Teti Rohati Ningsih, Kepala Pelabuhan PPSC, dan Polres Cilacap meninjau langsung kondisi kapal pasca kebakaran di Dermaga Batre Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap.

“Saya datang untuk melihat pasca kebakaran kapal, ada sebanyak 54 kapal yang terbakar di antaranya di bawah 30 GT dan di atas 30 GT, saya bertemu dua orang dari beberapa pemilik kapal,” ujar Menteri KP dalam keterangannya kepada wartawan.

Baca juga  Bupati Purbalingga Dukung Gerakan Bersama Penghijauan Selamatkan DAS Serayu

Menteri mengatakan, bahwa kunjungannya di Cilacap sebagai bentuk perhatian dari pemerintah agar kejadian insiden kebakaran tersebut tidak terulang kembali dengan memperhatikan standar operasional prosedur (SOP).

“Saya minta kepada Kepala Pelabuhan, di kemudian hari tidak boleh lagi ada perbaikan kapal di dermaga. Kapal kalau mau diperbaiki harus betul-betul tidak ada bahan bakar, dan harus dipisahkan. Ini juga disiplin pemiliknya juga penting,” ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau lokasi kapal terbakar di Dermaga Batre Cilacap (Ulul Azmi)

Kendati demikian, untuk penanganan selanjutnya pasca kebakaran tersebut, pemerintah memberikan bantuan kepada anak buah kapal (ABK) yang terdampak yang berjumlah sekitar 554 ABK.

“Ini sudah kejadian, terpenting bagaimana mengatasi 554 ABK yang menganggur supaya bisa bekerja. Dalam enam bulan ini untuk membangun kapal dengan jenis yang sama,” ujarnya.

Baca juga  Huntara Terbaik untuk Masa Depan Penyintas Erupsi Gunung Semeru yang Lebih Baik

Adapun sejumlah bantuan yang diberikan yakni paket sembako kepada para ABK yang terdampak kapal terbakar. Sedangkan untuk pemilik kapal akan diberikan bantuan berupa pinjaman lunak dari Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).

“Kita coba bantu lewat BLU tapi harus ada hitungan terpeinci dari pemilik kapal, untuk dibantu dengan pinjaman lunak, untuk membangun kapal kembali dan akan diawasi oleh Dirjen Tangkap. Mudah mudahan dalam enam bulan bisa melaut lagi dan para ABK bisa bekerja kembali,” ujarnya

Menteri menambahkan, bahwa perhatian sebagai bentuk perhatian pemerintah yang hadir untuk mengatasi masalah kebakaran ini. Nantinya akan dipermudah dalam pengurusan perizinannya.

“Kita bantu pembiayaan yang lebih ringan, untuk membangun kapal tapi harus dikembalikan. Untuk perizinan akan dipermudah, sementara izin kapal yang terbakar dibekukan agar tidak terkena pajak, nanti kapal yang sudah jadi kita terbitkan,” ujarnya.

Baca juga  Miris! Remaja 13 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Bogowonto Purworejo 

Sementara itu, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Sajono menyambut baik atas bantuan yang diberikan. Pihaknya berharap bantuan modal yang akan diberikan kepada pengusaha kapal terbakar bisa segara terealisasi dan tanpa jaminan.

“Harapan kami, pinjaman ini betul-betul pinjaman lunak, terus jaminannya itu kapal yang nanti sudah jadi, kalau sekarang memberikan jaminan saya kira jaminannya sudah tidak ada. Kita akan kumpulkan semua pemilik kapal untuk percepatan pembangunan kapal tersebut. Agar cepat terealisasi supaya perekonomian tidak lumpuh,” ujarnya yang juga sebagai pemilik kapal terbakar.

Seperti diketahui, berdasarkan data Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dan informasi pemilik kapal yang terbakar ada sebanyak 54 kapal terbakar terdiri dari 52 kapal nelayan, satu kapal wisata dan satu kapal tug boat dengan total nilai kerugaian sekitar Rp162 miliar.

Berita Terkait

Berita Terkini