Jumat, 30 September 2022

Minim Alat Bukti, Polisi Terus Dalami Misteri Pembunuhan ASN di Semarang yang Jadi Saksi Kunci Kasus Korupsi

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol M Iqbal Alqudusy memberikan keterangan kepada awak media terkait misteri pembunuhan Sadis ASN Semarang yang ditemukan potongan tubuhnya di Kompleks Pantai Marina Semarang, di Hotel Java Heritage Purwokerto, dalam Rangka Kunjungan Kapolda Jawa Tengah dalam kegiatan FDG Dinamika Kebijakan Subsidi BBM, Kamis (15/9/2022). (Shandi Yanuar)

Dalam kesempatan mendampingi Kapolda kunjungan kerja ke Purwokerto, Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, saat ditemui awak media sempat menyinggung sedikit soal dugaan pembunuhan sadis ASN di Semarang yang hingga saat ini masih jadi misteri.


Purwokerto, serayunews.com

Hingga saat ini, Kepolisian Polda Jawa Tengah masih melakukan pendalaman misteri dugaan pembunuhan sadis ASN di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetyo (51).

Sebelumnya, Paulus hilang sejak, Rabu (24/8/2022) silam, sehari sebelum diminta klarifikasi terkait kasus korupsi alih lahan Pemkot Semarang.

Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengakui, upaya pengungkapan tersebut butuh waktu karena polisi terkendala minimnya alat bukti. Sementara yang tim kepolisian lakukan adalah menggali keterangan dari para saksi, keluarga hingga rekan kerjanya.

“Kita melakukan pendalaman terhadap alat bukti, bukti CCTV. Sementara memang masih minim alat bukti yang kita dapat, tetapi yakinlah pasti ini akan terungkap. Kita juga meminta kepada masyarakat yang melihat, mendengar, segera melaporkan ke kami untuk kita berikan perhatian. Karena saat ini, Polri mengalami kesulitan terkait masalah bukti. Karena ini memang pembakaran yang sempurna, 100 persen pembakaran,” kata dia, Kamis (15/9/2022).

Terbukti dari Tes DNA

Iqbal menambahkan, jenazah yang dalam keadaan terbakar di Kawasan Pantai Marina Semarang, merupakan Paulus Iwan Boedi Prasetyo. Hal itu, terbukti dari tes DNA.

“Sudah dapat informasi dari Kabpuslabfor Semarang, sudah dapat informasi Puslabfor Mabes Polri, sampel ayah biologis dan anak, ternyata identik. Jadi kami pastikan, mayat yang di Marina kemarin itu Iwan Boedi,” ujarnya.

Meski polisi telah menemukan beberapa potongan tubuh, polisi masih melakukan pencarian terhadap potongan tubuh lainnya, seperti kepala, tangan, hingga tungkai kaki.

“Kalau terkait identifikasinya sudah jelas, kita ambil dari tulang dan sebagainya sebagai sampel DNA,” kata dia.

Berita Terpopuler

Berita Terkini