
SERAYUNEWS – Sebuah minimarket di Jalan Diponegoro, Desa Pagubugan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, dilalap api pada Sabtu (17/1/2026) dini hari.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik, dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan laporan kebakaran diterima Pos Damkar Kroya sekitar pukul 01.23 WIB. Tak lama setelah laporan masuk, petugas langsung menuju lokasi kejadian.
“Begitu menerima informasi dari warga melalui kepala desa, petugas langsung bersiap menggunakan alat pelindung diri dan menuju lokasi. Waktu tanggap sekitar 10 menit,” kata Gatot.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang tengah melakukan ronda malam. Seorang saksi melihat kepulan asap keluar dari bagian atap bangunan minimarket.
Menyadari adanya potensi bahaya, warga segera membunyikan kentongan untuk memperingatkan lingkungan sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa, yang kemudian diteruskan ke petugas pemadam kebakaran.
Petugas Damkar Kroya yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala. Proses pemadaman berlangsung terkendali dengan menghabiskan sekitar 2.000 liter air.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah konsleting listrik. Api berhasil dikendalikan dengan cepat sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya,” jelas Gatot.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta akibat kerusakan bangunan dan isi minimarket.
Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas juga melakukan pendataan serta pelaporan kejadian. Damkar Cilacap turut memanfaatkan momen ini untuk kembali melakukan sosialisasi kesiapsiagaan kebakaran kepada masyarakat melalui program Satkartaru Siap.
Gatot mengapresiasi peran aktif warga yang cepat melapor dan tetap waspada saat kejadian. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan petugas menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran meluas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik, terutama di bangunan usaha, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran. Kecepatan informasi sangat menentukan,” pungkasnya.