
SERAYUNEWS, PURWOKERTO – SMK Telkom Purwokerto mengemas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan konsep yang lebih relevan bagi generasi digital.
Selama lima hari, 13–17 Juli 2026, sebanyak 356 siswa baru mengikuti berbagai materi interaktif, mulai dari etika bermedia sosial, bahaya rokok, vape, dan narkoba, hingga simulasi kebencanaan.
Program MPLS tersebut dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter siswa yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Telkom Purwokerto, Aris Puji Santoso, S.Kom., M.M., yang mengajak seluruh peserta didik baru menjaga nama baik almamater sekaligus membangun karakter unggul.
“Kami ingin menyambut siswa baru dengan pembekalan yang relevan dengan tantangan zaman. Melalui MPLS ini, siswa tidak hanya mengenali lingkungan sekolah, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang berkarakter, bijak berteknologi, dan siap menjadi lulusan yang kompeten di era digital,” kata Aris, Senin (20/7/2026).
Pelaksanaan MPLS tahun ini juga mendapat apresiasi saat dikunjungi Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah. Konsep kegiatan dinilai edukatif, menyenangkan, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
Selain materi dasar seperti Wawasan Wiyata Mandala, pencegahan bullying, dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, SMK Telkom Purwokerto menghadirkan sejumlah materi yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini.
Salah satunya adalah edukasi mengenai etika bermedia sosial, yang membekali siswa agar lebih bijak menggunakan internet, menghindari cyberbullying, serta membangun jejak digital yang positif.
Materi berikutnya disampaikan langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Banyumas, Kompol Willy Budiyanto, S.H., M.H., yang mengingatkan siswa agar menjauhi rokok, vape, dan narkoba sejak dini.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak para pelajar memanfaatkan masa muda dengan berbagai kegiatan positif yang mendukung pengembangan diri.
MPLS juga menghadirkan materi kepedulian lingkungan dan mitigasi bencana yang disampaikan oleh Dwi Irawan Sukma, S.STP., M.Hum.
Melalui sesi tersebut, siswa diajak membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi bencana sederhana untuk melatih kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Tahun ini, SMK Telkom Purwokerto menerima siswa dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Bogor, Bekasi, Medan, hingga Papua, yang menunjukkan semakin luasnya jangkauan sekolah tersebut.
Salah seorang peserta MPLS, Raditya Caesa, lulusan SMP PGRI 285 Jonggol, Bogor, mengaku terkesan dengan konsep MPLS yang dinilai menyenangkan sekaligus penuh manfaat.
“MPLS di SMK Telkom Purwokerto seru banget! Suasanya tidak tegang, tapi ilmu yang didapat banyak sekali, mulai dari bahaya vape, etika bermedia sosial, sampai simulasi bencana. Selain nambah pengetahuan, saya juga bisa dapat teman baru dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Raditya.
Seluruh rangkaian MPLS diakhiri dengan pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler serta campus tour untuk membantu siswa mengenal fasilitas sekolah sebelum memasuki proses pembelajaran efektif.
Melalui konsep MPLS yang lebih kontekstual dan interaktif, SMK Telkom Purwokerto berharap para siswa baru tidak hanya siap mengikuti proses belajar, tetapi juga memiliki karakter kuat, literasi digital yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.