Sabtu, 20 Agustus 2022

Nelayan Ingin Sedekah Laut Cilacap 2022 Digelar Meriah dengan Arak-Arakan Jolen

Wakil Ketua I DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Pardjo Hadi Pranoto arak-arakan Gelar Budaya Sedekah Laut tahun 2019 (Foto: Ulul Azmi).

Tradisi sedekah laut di Kabupaten Cilacap rencananya bakal berlangsung pada Jumat Kliwon tanggal 12 Agustus 2022. Melihat situasi pandemi Covid-19 di Cilacap yang terkendali, nelayan berharap gelar budaya sedekah laut kali ini secara meriah. Harapannya kemeriahan itu dengan arak-arakan jolen dari Pendapa Wijayakusuma Kabupaten Cilacap menuju Pantai Teluk Penyu.


Cilacap, serayunews.com

Wakil Ketua I DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Pardjo Hadi Pranoto memberikan keterangannya. Ia mengatakan, keinginan nelayan Cilacap adalah kembali mengelar tradisi budaya sedekah laut meriah seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Nelayan berharap sedekah laut secara meriah. Soalnya setelah tiga tahun tidak ada akibat terdampak pandemi, ini permintaan teman-teman nelayan. Agar berlangsung seperti tiga tahun yang lalu agar lebih semarak,” ujarnya kepada serayunews.com, Kamis (28/7/2022).

Baca juga  Curi Kayu Jati di Hutan, Dua Warga Citepus Cilacap Terancam Lima Tahun Penjara

Kendati demikian, terkait dengan hal tersebut, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemkab Cilacap yang rencannya bakal rapat Jumat besok. Rapat  itu untuk menentukan apakah gelaran tradisi budaya sedekah laut bakal meriah dengan arak-arakan jolen atau tidak.

Pardjo mengatakan, rencananya prosesi gelar budaya sedekah laut tahun 2022 berawal dari Kamis wage (11/8) nyekar ke Karang Bandung Nusakambangan. Kemudian waktu malam Jumat Kliwon, acara syukuran tirakatan di Pendapa kabupaten Cilacap.

“Pagi harinya (Jumat, red.) upacara sedekah laut di Kabupaten berlanjut dengan arak-arakan jolen menuju Pantai Teluk Penyu. Selanjutnya serah terima jolen, kemudian jolen dibawa ke tengah laut untuk larungan,” katanya.

Setelah larungan jolen, lanjut katanya, pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB ada selamatan syukuran di HNSI dan setiap kelompok nelayan di TPI. Kemudian siang hingga sore ada ruwatan wayang kulit.

Baca juga  Lagi, Cilacap Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya Tahun 2022
“Cuma di HNSI tidak ada karena di setiap kelompok sudah ada ruwat, terus malam harinya resepsi wayang kulit,” ujarnya.
Makna Budaya Tradisi Sedekah Laut Menurut Nelayan

Pardjo menambahkan, gelaran budaya tradisi sedekah laut rutin setiap tahun di bulan Sura (penanggalan jawa) sebagai bentuk syukur nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Syukur karena telah mendapatkan keselamatan dan hasil tangkapan ikan yang harapannya melimpah.

“Sedekah laut sebagai acara tradisi atau budaya yang di uri-uri, tujuan kita sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wataala. Ucapan terima kasih. Pertama nelayan mendapatkan keselamatan, kesehatan. Selanjutnya nelayan mendapatkan penghasilan dengan menangkap ikan, ke depannya supaya penghasilan yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Baca juga  Mengenang Aksi Kusaeri, Tokoh Pemberontakan PETA Gumilir Cilacap

Adapun dalam bentuk rasa syukurnya, para nelayan membuat jolen berisi sesaji di antaranya kepala sapi atau kambing yang kemudian dilarung ke tengah laut.

“Kalau HNSI insyaallah besok sapi, ada yang mungkin kepala kambing, itu sesuai kemampuan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap Paiman melalui Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Erni Suharti menyampaikan, bahwa pelaksanaan sedekah laut 2022 rencananya bakal berlangsung di Pendapa Wijayakusuma Cilacap.

Namun menurutnya hal itu masih dalam tahap wacana dan belum fix dan akan dirapatkan pada Jumat besok dengan mengundang dinas atau instansi terkait termasuk perwakilan kelompok nelayan Cilacap.

“Rapatnya besok (Jumat, red.), mengundang berbagai pihak, hasil rapat akan menentukan ada tidaknya arak-arakan jolen,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini