
Galau itu tak hanya monopoli orang sekarang. Di masa lalu, galau juga sudah ada. Ratusan tahun yang lalu pun sudah ada orang galau. Salah satu yang terekam adalah kegalauan orang di Dieng, Banjarnegara.
Di tahun 1862, seorang Inggris bernama William Barrington d’Almeida melakukan perjalanan ke Jawa. Dari perjalanan itu muncul buku berjudul Life in Java: With Sketches of the Javanese tahun 1864.
Di buku itu diceritakan beberapa pengalaman yang dilalui William. Salah satunya adalah saat menyambangi Dieng. Dia bercerita, di Dieng ada beberapa gunung. Salah satunya Gunung Jimat. Tak jauh gunung itu ada lembah yang bernama Pekareman.
Di lembah Pekareman itu, ada satu masa di mana satu sisinya mengeluarkan gas berbahaya. Seorang di desa tersebut menjelaskan pada William tentang petaka seekor burung. Ada seekor burung yang tiba-tiba leher dan kepalanya kejang ketika terbang di salah satu area lembah Pekareman. Setelah kejang, burung itu tewas.
Namun, lembah itu juga jadi pelarian orang-orang setempat yang galau. William menuliskan orang galau dengan sebutan “ati bingoong”. Ya tentunya maksudnya adalah hati bingung.
Orang yang hati bingung itu biasanya karena frustrasi Frustrasi yang disebabkan satu hal yang tak kesampaian. Frustasi yang membuat semangat hidup rendah. Mereka yang “ati bingoong” itu berkelana dan tidur sepanjang malam di lembah yang berbahaya tersebut.
Mungkin karena sudah biasa dingin, jadi tak terlalu masalah tidur di daerah terbuka. Mereka yang sedang galau itu percaya, jika mereka bisa tidur di lembah dan bangun pada pagi harinya, mereka adalah orang yang beruntung dan keinginannya akan tercapai.
Di sisi lain ada juga mereka yang galau dan tak beruntung ketika tidur di lembah. Mereka yang tak beruntung itu, tak menemui pagi alias meninggal dunia. Orang-orang dahulu, sebut William, menilai bahwa mereka yang meninggal dunia setelah tidur di area berbahaya itu bukan karena menghirup gas beracun. Mereka yang meninggal dunia adalah karena balas dendam roh jahat atau disebut pungooroo.
Jadi, keyakinan orang dahulu, jika bingung maka tidur di daerah berbahaya di lembah itu. Jika mereka beruntung mereka akan melihat pagi dan keinginannya akan terkabul. Sementara, mereka yang tak beruntung akan tewas karena balas dendam roh jahat. Padahal, mungkin saja mereka meninggal karena gas beracun.
Itu adalah ritual orang-orang masa lampau, masa ratusan tahun lalu saat Indonesia masih dijajah Belanda. Ritual yang dilakukan dan menjemput kengerian. Apakah saat ini masih ada ritual itu? Tak tahulah. Tapi satu hal yang menarik bahwa di masa sangat lampau itu, orang Eropa sudah melakukan reportase yang luar biasa. Merekam kejadian melalui tulisan. Kejadian di Jawa pada ratusan tahun lalu.