
SERAYUNEWS – National Paralympic Comitte Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas, membuka lebar bagi penyandang disabilitas untuk bergabung. Bahkan, pengurus NPCI Banyumas menggandeng berbagai elemen, mulai Dinas Pendidikan, camat, sampai masyarakat umum, untuk menyosialisasikan keberadaan NPCI.
Sebab, masih adanya para penyandang disabilitas yang belum mengetahui atau belum tahu wadah menyalurkan bakat olahraga. “Kami mengajak kepada warga masyarakat, pimpinan lembaga pemerintah maupun swasta, atau orang tua yang mempunyai putra putri penyandang disabilitas untuk dapat bergabung di NPCI Kabupaten Banyumas,” kata ketua NPCI Banyumas Suwondo, Minggu (03/03/2024).
Seperti diketahui, NPCI merupakan wadah yang bertanggung jawab sepenuhnya untuk menghimpun, membina , melatih dan membentuk atlet olahraga disabilitas. Khususnya mereka yang berkualias dan bertaraf intemasional. Kemudian mengkoordinasikan setiap kegiatan olahraga disabilitas baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.
Suwondo menambahkan beberapa even kejuaraan yang dilaksanakan NPCI, yakni Kejurkab, kejuaraan untuk pelajar penyandang difabel serta untuk atlet–atlet di bawah usia 18 tahun atau PAUD serta kegiatan prestasi menuju tingkat nasional.
“Itu semua sebagai upaya mewadahi para penyandang disabilitas yang memiliki ketertarikan dalam dunia olahraga untuk meraih prestasi,” ujarnya.
NPCI Banyumas sudah memiliki atlet nasional yaitu Sapto Yogo Purnomo. Saat ini atlet NPCI Banyumas telah mengirimkan atletnya mengikuti Pelatda Tingkat Jawa Tengah yaitu Ikwan Saeful Bariazis cabang olahraga Bocia dan Lutfi Afandi cabang olahraga renang.
Seperti diketahui, penyandang disabilitas memiliki ruang di dunia olahraga. Mereka yang memiliki bakat dan kemampuan bagus di dunia olahraga bisa dikembangkan. Apalagi, jenjang prestasi bagi atlet disabilitas juga sama dengan atlet pada umumnya.
Atlet disabilitas bisa berkompetisi di level nasional, regional, benua, bahkan internasional. Biasanya ajang bagi atlet disabilitas akan berlangsung setelah ajang bagi atlet biasa. Misalnya saja, Paralympic Games internasional akan berlangsung setelah adanya Olimpiade. Karena itu, ruang bagi atlet disabilitas saat ini cukup terbuka.