Jumat, 21 Januari 2022

Obwis Curug Kalikarang Dihantam Banjir Bandang, Padahal Pengelola Tengah Bersiap Buka Kembali

Banjir di objek wisata Curug Karang, di Desa Tanalum. (Amin)

Pengelola objek wisata Curug Karang, di Desa Tanalum harus bersabar lagi. Hampir dua tahun ‘puasa” karena kondisi Pandemi. Mereka harus tabah lagi dengan terjangan banjir bandar, Rabu (20/10/2021). Padahal pihaknya tengah melakukan penambahan sejumlah fasilitas, untuk bersiap kembali beroperasi.


Purbalingga, serayunews.com

Salah satu pengelola objek wisata (Obwis) Curug Kalikarang, Alfatah mengatakan, pihak pengelola sedang melakukan pembangunan. Ada beberapa penambahan sarpras agar lebih memadai lagi. Rencananya, begitu pembangunan jadi, dan kondisi PPKM semakin menurun, Obwis akan kembali beroperasi.

Baca juga  1000 Tempat Paribadatan di Cilacap Belum Miliki Sertifikat, Ini yang Dilakukan Kantor Kemenag

“Ketika pembangunan sudah jadi, sudah direncana akan buka kembali,” kata dia, Kamis (21/10/2021).

Banjir bandang yang terjadi cukup deras sampai meluap ke tepian sungai. Kekuatan arus juga besar, karena membawa material lumpur dan benda-benda. Banjir tersebut datang di dua aliran sungai. Masing-masing Sungai Karang Desa Tanalum dsn Sungai Ideng Desa Panusupan.

“Itu terjadi sore hari, sekitar pukul setengah lima,” ujarnya.

Pada sisi timur, masuk Desa Tanalum banjir tidak terlalu memberikan dampak pada bangunan yang ada. Hanya saja airnya meluap sampai batas talut, dan ada sedikit kerusakan. Namun, pada sisi barat yang masuk wilayah Panusupan, terjangan banjir menerjang jembatan dan gasebo untuk berswafoto.

Baca juga  Hindari Kerumunan Jelang Tahun Baru, Akses Menuju Alun-alun Purbalingga Ditutup

“Yang rusak gubug di atas batu, pada wilayah Panusupan, kalau di wilayah Tanalum sementara tidak ada,” ujarnya.

Padahal, lanjut Fatah, kondisi di sekitar curug dan pemukiman saat itu tidak hujan yang lebat. Namun dimungkinkan di bagian hulu atau kawasan hutan, hujan turun lebat. Sehingga bisa terjadi banjir bandang. Sebelum kejadian ini, di tahun 2016 pernah terjadi banjir bandang yang lebih besar.

“Sebelumnya pernah lebih besar lagi, sekitar tahun 2016,” kata dia.

Sementara itu, kepala Desa Tanalum, Ujang Jatmiko menyampaikan kerugian materil masih dihitung dan kemungkinan tak terlalu banyak. Namun cukup menghambat progres pembenahan Obwis di sana. Beruntung juga karena tidak sampai memakan korban jiwa.

Baca juga  Tancap Gas Program Digitalisasi, Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap Miliki Strategic Command Center

“Kami membutuhkan bantuan anggaran untuk membuat Bronjong di sepanjang aliran sungai Karang. Karena bisa saja kedepan ada banjir susulan yang lebih besar. Karena kami tidak tahu di hulu seperti apa,” kata Ujang.

Berita Terkait

Berita Terkini