
SERAYUNEWS- Chatbot populer ChatGPT bakal berubah wajah. OpenAI resmi mengumumkan rencana tampilkan iklan di layanannya.
Chatbot AI ChatGPT akan semakin mirip dengan mesin pencari Google Search. Hal ini terjadi karena OpenAI berencana menampilkan iklan, terutama untuk pengguna versi gratis dan paket berlangganan murah ChatGPT Go.
OpenAI mulai uji coba iklan untuk pengguna gratis dan paket ChatGPT Go di AS. Iklan muncul di bawah jawaban AI, lengkap dengan label sponsored.
Perusahaan bilang, iklan tak ganggu kualitas respons ChatGPT. “Jawaban tetap berdasarkan manfaat pengguna,” tegas OpenAI.
Biaya operasional AI melonjak tinggi jadi pemicu utama. OpenAI menargetkan pendapatan miliaran dolar AS tahun ini.
Sebelumnya, CEO Sam Altman menyebut iklan sebagai opsi akhir. Kini, sikap berubah demi saingi Google.
Iklan ini berbasis konteks percakapan, mirip Google Search. Pengguna bisa menutup iklan dan beri alasan.
Tak ada iklan untuk topik sensitif seperti kesehatan atau politik. Pengguna di bawah 18 tahun juga aman.
Pelanggan ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise tetap bebas iklan. Opsi langganan bisa menjadi jalan hindari promosi.
OpenAI berjanji akan mengembangkan iklan lebih relevan via antarmuka percakapan. Wacana ini sudah bergulir sejak 2025. Kode iklan terdeteksi di beta Android akhir tahun lalu.
Head of ChatGPT Nick Turley ungkap pertimbangan awal. “Masih kajian matang agar tak ganggu kenyamanan.”
Miliaran pengguna gratis bakal merasakan perubahan pertama. Uji coba akan mulai minggu depan di AS.
Altman yakin model ini beda dari Google. “ChatGPT untung saat beri jawaban terbaik, bukan gagal.”
OpenAI mengincar revenue dari iklan kontekstual. Saingan seperti Perplexity dan Google sudah lebih dulu melakukannya.
Pengembang menemukan referensi ads feature di app. Indikasi persiapan infrastruktur. Setiap iklan jelas dipisah dari konten organik. Pengguna bisa melaporkan jika tak relevan.
OpenAI mengundang feedback untuk tingkatkan pengalaman. Tak ada pengaruh pada akurasi AI.
Langkah ini merupakan transformasi bisnis ChatGPT dari asisten murni ke platform hybrid. Potensi pendapatan besar, tapi ada risiko kehilangan trust.
Di Indonesia, pengguna gratis banyak menunggu rollout global. Hal ini mirip tren media sosial beriklan. Ekspansi iklan bisa mempercepat inovasi AI. Namun, privasi dan kenyamanan jadi kunci sukses.
Pengguna berbayar bisa mendapat untung besar, gratis fitur, tapi bayar dengan exposure. Era baru pencarian AI dimulai.
Masa depannya, OpenAI ingin iklan di ChatGPT tidak hanya berupa teks yang tidak bergerak. Pengguna bisa langsung berinteraksi dengan iklan tersebut. Misalnya, mereka bisa bertanya mengenai spesifikasi produk atau membandingkan harga.***