
SERAYUNEWS- Dunia teknologi kembali ramai dengan kabar menarik dari OpenAI, perusahaan di balik kesuksesan ChatGPT.
Kabarnya, mereka sedang mempersiapkan peluncuran perangkat AI pertama pada paruh kedua 2026.
Proyek ambisius ini melibatkan Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang terkenal sebagai otak di balik iPhone revolusioner.
OpenAI mengakuisisi tim LoveFrom milik Ive senilai miliaran dolar pada Mei 2025, menandai langkah serius menuju hardware fisik.
Kolaborasi ini lahir dari persahabatan dan visi bersama antara CEO OpenAI Sam Altman dan Ive.
“Ini adalah momen luar biasa,” tulis mereka dalam surat pengumuman resmi.
Eksekutif OpenAI, Chris Lehane, mengonfirmasi proyek ini on schedule untuk diungkap akhir 2026 saat berbicara di Axios House Davos. Meski penjualan belum pasti tahun ini, ini menjadi sorotan utama OpenAI sepanjang tahun.
Lehane menambahkan bahwa mereka melihat sesuatu di paruh akhir, meski timeline bisa berubah seiring perkembangan. Promosi video io Products juga sempat menyebut berbagi karya tahun depan.
Perangkat ini dirumorkan berbentuk kompak, mungkin wearable seperti pin atau earpiece, tanpa layar tradisional.
Fokusnya pada interaksi suara dan ambient intelligence yang memahami konteks pengguna secara mendalam.
Sam Altman menyebut gadget ini lebih tenang daripada smartphone, dengan kesederhanaan yang akan mengejutkan pengguna. Prototipe sudah dikembangkan untuk pengalaman antarmuka intuitif.
Jony Ive baru saja merekrut Janum Trivedi, mantan engineer Apple yang menciptakan fitur iPadOS seperti Split View dan Multitasking Drag & Drop. Trivedi bergabung ke tim “io” untuk io products.
Langkah ini memperkuat tim desain OpenAI-LoveFrom yang independen tapi terintegrasi. Mereka membangun prototipe screenless AI yang ringkas, mudah diselipkan di saku.
OpenAI ingin menciptakan perangkat inti ketiga yang berdampingan dengan ponsel dan laptop, bukan menggantikan. Ini memposisikan diri lawan tren AI gadget seperti Humane AI Pin yang kurang sukses.
Menurut Proyeksi CEO Qualcomm Cristiano Amon, pasar cerah, pengiriman kacamata AI mencapai 100 juta unit tahun ini. OpenAI berkolaborasi dengan Qualcomm untuk chip potensial.
Meski prototipe maju, tantangan ada seperti kegagalan gadget AI awal yang bergantung smartphone. Namun, desain Ive memberi peluang sukses besar.
Pengguna Indonesia patut antusias, seiring AI ubah gaya hidup sehari-hari.
“Kami akan punya update lebih lanjut akhir tahun,” janji Lehane.
Peluncuran ini bisa mempercepat gelombang AI hardware 2026, dari earbuds kamera hingga perhiasan pintar. OpenAI menolak tawaran Apple demi fokus proyek Ive.
Sam Altman sejak lama menggodok ide ini, evolusi dari ide eksplorasi jadi desain nyata.
“Komputer kini melihat, berpikir, dan paham, tapi pengalaman masih tradisional,” tulis Sam & Jony.***