
SERAYUNEWS – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap menggelar Operasi Wirawaspada Tahun Anggaran 2026 dengan menyasar warga negara asing (WNA) di wilayah Banyumas dan Banjarnegara. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 April 2026 ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing.
Operasi ini melibatkan Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) yang dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing tim bertugas melakukan pengawasan di Banyumas dan Banjarnegara dengan menyasar sejumlah sektor strategis, mulai dari industri tekstil, pengolahan kayu, manufaktur, hingga kawasan permukiman.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan melalui kunjungan ke perusahaan, wawancara dengan pihak terkait, serta pengecekan dokumen keimigrasian. Selain itu, tim juga memberikan edukasi kepada perusahaan dan masyarakat agar aktif melaporkan keberadaan orang asing demi menjaga tertib administrasi keimigrasian.
Di wilayah Banyumas, tim menemukan tiga warga negara asing yang bekerja di PT Batu Alam Selatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh dokumen keimigrasian mereka lengkap dan sesuai ketentuan.
Namun demikian, petugas juga menerbitkan Surat Tanda Penerimaan (STP) kepada seorang warga negara Sudan. Hal ini dilakukan karena adanya ketidaksesuaian data penjamin. WNA tersebut selanjutnya diarahkan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut di Kantor Imigrasi Cilacap.
Pengawasan juga dilakukan di sejumlah kawasan permukiman dan lokasi usaha lainnya guna memastikan tidak ada pelanggaran keimigrasian yang luput dari pantauan.
Sementara itu, di Banjarnegara, pengawasan dilakukan di beberapa perusahaan seperti PT Gristex Garmen Indonesia dan PT Falcata Jaya Makmur. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tenaga kerja asing di kedua perusahaan tersebut.
Tim kemudian melanjutkan pengawasan ke PT Veronique Indonesia dan menemukan 11 orang asing yang terdiri dari tenaga kerja, investor, serta anggota keluarga. Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh dokumen keimigrasian mereka dinyatakan lengkap dan sah.
Adapun di PT Superior Prima Sukses, petugas tidak menemukan keberadaan warga negara asing selama kegiatan berlangsung.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Mukhlis Akbar, menegaskan bahwa Operasi Wirawaspada merupakan langkah preventif dalam menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan keimigrasian.
“Seluruh rangkaian operasi yang berlangsung selama dua hari berjalan aman dan kondusif. Ini menjadi wujud komitmen kami dalam memastikan pengawasan orang asing tetap optimal di wilayah kerja Imigrasi Cilacap,” ujarnya.