
SERAYUNEWS – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberi dampak nyata bagi masyarakat kecil. Salah satu penerima manfaatnya adalah Tusnaeni (39), pedagang balon asal Desa Pejagoan, Kabupaten Kebumen, yang mengandalkan penghasilan dari berjualan keliling bersama suaminya.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, Tusnaeni mengandalkan JKN sebagai penopang utama kesehatan keluarganya. Program ini sangat membantu, terutama untuk pengobatan penyakit diabetes melitus yang diderita sang suami.
Tusnaeni mengungkapkan, penyakit suaminya telah berlangsung lama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kondisinya memburuk hingga menyebabkan luka serius di kedua kaki yang sulit sembuh.
“Waktu itu kondisi suami makin parah. Kami sempat bingung memikirkan biaya pengobatan. Kalau tidak ada JKN, mungkin kami tidak mampu membiayai semuanya,” ujarnya.
Akibat komplikasi diabetes, suami Tusnaeni harus menjalani tiga kali operasi dan perawatan intensif. Seluruh proses tersebut dapat dijalani berkat kepesertaan JKN yang aktif.
Awalnya, keluarga Tusnaeni terdaftar sebagai peserta mandiri. Namun keterbatasan ekonomi membuat mereka kesulitan membayar iuran secara rutin. Kini, mereka terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), sehingga iuran ditanggung pemerintah.
“Sekarang kami jadi peserta PBI. Sangat membantu karena tidak perlu membayar iuran, sementara pengobatan suami tetap terjamin,” katanya.
Setelah menjalani rangkaian operasi dan perawatan, kondisi suami Tusnaeni berangsur membaik. Meski masih dalam tahap pemulihan dengan perban di kaki, ia sudah dapat kembali beraktivitas dan membantu berjualan.
Tak hanya untuk penyakit serius, Tusnaeni juga memanfaatkan JKN untuk kebutuhan kesehatan anak-anaknya, seperti saat mengalami batuk atau pilek.
“Kalau anak sakit, langsung dibawa ke puskesmas. Pelayanannya baik dan tidak perlu memikirkan biaya,” ujarnya.
Bagi Tusnaeni, JKN bukan sekadar program bantuan, tetapi bentuk perlindungan nyata bagi keluarga dengan penghasilan terbatas. Kehadiran program ini memberikan rasa aman dalam mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir soal biaya.
“Semoga JKN terus ada, karena sangat membantu kami yang penghasilannya tidak tetap,” katanya.
Kisah Tusnaeni menjadi bukti konkret bahwa program JKN mampu memberikan dampak signifikan, khususnya dalam penanganan penyakit kronis seperti diabetes melitus yang membutuhkan perawatan jangka panjang dan biaya besar.