
SERAYUNEWS- Setiap Ramadan selalu muncul pertanyaan yang sama di tengah masyarakat, apakah pekerja dengan aktivitas fisik berat seperti buruh bangunan, petani, nelayan, atau pekerja lapangan boleh tidak berpuasa?
Pertanyaan ini menjadi penting karena sebagian pekerjaan memang membutuhkan tenaga besar sepanjang hari. Kondisi cuaca panas, aktivitas fisik tinggi, serta jam kerja panjang sering membuat sebagian pekerja merasa khawatir tidak mampu menjalankan puasa secara penuh.
Namun dalam ajaran Islam, puasa Ramadan bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga memiliki hikmah kesehatan dan pengaturan hidup yang lebih baik.
Bahkan sejumlah dokter mengamati bahwa selama Ramadan, kondisi kesehatan masyarakat justru cenderung membaik. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Dalam fikih Islam, hukum asal puasa Ramadan adalah wajib bagi setiap Muslim yang baligh, berakal, dan mampu menjalankannya.
Namun Islam juga memberikan keringanan (rukhsah) bagi orang yang memiliki kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau kondisi yang sangat berat secara fisik.
Dalil yang menjadi dasar keringanan tersebut terdapat dalam Al-Qur’an:
1. Surah Al-Baqarah ayat 185
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Artinya:
“Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam memberi kelonggaran jika kondisi seseorang benar-benar tidak memungkinkan menjalankan puasa.
Para ulama menjelaskan bahwa pekerja berat pada dasarnya tetap wajib berniat puasa.
Namun jika di tengah hari terjadi kondisi yang membahayakan kesehatan seperti dehidrasi parah atau kelelahan ekstrem, maka diperbolehkan berbuka dan menggantinya di hari lain.
Dengan kata lain, pekerjaan berat bukan alasan otomatis untuk meninggalkan puasa, tetapi dapat menjadi pertimbangan jika benar-benar mengancam keselamatan.
Sejumlah dokter mengamati fenomena menarik selama bulan puasa. Jumlah pasien di rumah sakit sering kali justru menurun dibandingkan bulan biasa.
Dokter umum sekaligus Kepala IGD RS Prikasih Jakarta, dr. Gia Pratama, menyebut bahwa selama Ramadan banyak orang lebih mampu mengontrol emosi dan pola makan. Hal ini berdampak positif terhadap kesehatan tubuh.
Ketika seseorang menahan diri dari kemarahan dan stres, tubuh akan memproduksi hormon lebih stabil. Sebaliknya, stres berlebihan dapat memicu pelepasan hormon kortisol yang meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit.
Selain itu, pola makan selama Ramadan biasanya lebih teratur karena hanya dilakukan saat sahur dan berbuka. Jika diiringi makanan sehat, kondisi ini dapat membantu menstabilkan tekanan darah dan kadar gula darah.
Menariknya, setelah Lebaran jumlah pasien biasanya kembali meningkat karena pola makan kembali tidak terkontrol, terutama akibat konsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
Puasa Ramadan bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia.
Berikut beberapa dalil Al-Qur’an yang menjelaskan keutamaan puasa:
1. Surah Al-Baqarah ayat 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
2. Surah Al-Baqarah ayat 184
وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya:
“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
3. Surah Al-Baqarah ayat 187
كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
Artinya:
“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
4. Surah Al-Ahzab ayat 35
وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ
Artinya:
“Laki-laki dan perempuan yang berpuasa… Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala besar.”
5. Surah Al-Baqarah ayat 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
Artinya:
“Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.”
Secara ilmiah, puasa juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah banyak diteliti.
Berikut beberapa manfaat puasa bagi tubuh:
1. Mengontrol kadar gula darah
Puasa membantu mengatur pola makan sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil.
2. Menurunkan risiko penyakit jantung
Pengaturan makan selama Ramadan dapat menurunkan kolesterol dan lemak tubuh.
3. Membantu menurunkan berat badan
Asupan makanan yang lebih sedikit selama puasa dapat membantu mengurangi berat badan jika dilakukan dengan pola makan sehat.
4. Mengistirahatkan sistem pencernaan
Puasa memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dan memperbaiki fungsi metabolisme.
5. Menstabilkan emosi dan stres
Puasa melatih pengendalian diri sehingga stres dan emosi lebih terkendali, yang berpengaruh positif terhadap kesehatan.
Agar tetap kuat menjalankan puasa, pekerja dengan aktivitas fisik tinggi dapat melakukan beberapa strategi berikut:
1. Konsumsi makanan tinggi protein saat sahur
2. Perbanyak minum air putih setelah berbuka
3. Hindari makanan terlalu asin dan berminyak
4. Istirahat yang cukup pada malam hari
5. Mengatur ritme kerja agar tidak terlalu berat di siang hari
Dengan pengaturan yang tepat, banyak pekerja fisik tetap mampu menjalankan puasa tanpa mengganggu kesehatan.
Islam memberikan keseimbangan antara kewajiban ibadah dan kondisi manusia. Pekerja dengan aktivitas fisik berat pada dasarnya tetap diwajibkan berpuasa, namun jika kondisi benar-benar membahayakan kesehatan, maka diperbolehkan berbuka dan menggantinya di hari lain.
Di sisi lain, puasa Ramadan terbukti membawa banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan mental. Pengaturan makan, kontrol emosi, serta disiplin hidup selama Ramadan menjadi salah satu alasan mengapa banyak dokter melihat penurunan jumlah pasien selama bulan suci ini.
Karena itu, puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga sarana menjaga kesehatan, memperbaiki pola hidup, serta meningkatkan kualitas diri secara menyeluruh.