
SERAYUNEWS-Upaya mewujudkan lingkungan bersih dan pengelolaan sampah berbasis desa terus diperkuat. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Tursiman mengikuti Sosialisasi Gerakan Lingkungan Bebas Sampah yang digelar secara daring oleh Mabes TNI melalui Kodam IV/Diponegoro, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti dari Ruang Yudha Kodim 0704/Banjarnegara dan turut dihadiri Kasdim Mayor Inf Saeroji serta unsur Forkopimda Kabupaten Banjarnegara.
Dalam pemaparannya, perwakilan Pudikkowad Kodiklat TNI AD, Kolonel CAJ (K) Nurjanah Suat, menegaskan bahwa gerakan bebas sampah sejalan dengan Instruksi Presiden dan menjadi bagian dari program prioritas nasional (Asta Cita) yang harus disukseskan bersama.
Ia menjelaskan, konsep utama gerakan ini adalah memastikan sampah tidak lagi langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebaliknya, sampah harus diolah terlebih dahulu di tingkat pangkalan atau desa masing-masing.
“Ke depan, yang keluar ke TPA hanya residu hasil pengolahan. Artinya, volume sampah yang dibuang bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam sosialisasi tersebut adalah insinerator motah, alat pembakar sampah yang dirancang tanpa menimbulkan asap berlebih. Teknologi ini mampu memusnahkan berbagai jenis sampah, baik kering maupun basah.
Dengan kapasitas hingga satu ton per jam, alat ini dinilai efektif untuk membantu desa atau instansi menyelesaikan persoalan sampah di sumbernya sebelum tersisa residu yang dibuang ke TPA.
Pj Sekda Tursiman menyambut baik gerakan tersebut dan menilai sosialisasi ini penting untuk membangun kesadaran bersama dalam pengelolaan sampah yang lebih mandiri.
Menurutnya, ke depan diharapkan setiap lembaga dan desa mampu menuntaskan persoalan sampah secara mandiri, sehingga ketergantungan terhadap TPA dapat dikurangi.
“Tentu Pemkab mendukung pengadaan alat pengolahan sampah, disesuaikan dengan kemampuan daerah. Ke depan bisa dimasukkan dalam e-katalog anggaran agar setiap desa memiliki satu unit insinerator,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kasdim Mayor Inf Saeroji yang menilai penggunaan insinerator motah menjadi langkah strategis dalam mempercepat penanganan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah, Gerakan Lingkungan Bebas Sampah diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kualitas lingkungan di Banjarnegara.