
SERAYUNEWS – Pemkab Banyumas berencana akan merenovasi Pasar Wage. Satu di antara perubahan yang diinginkan, adalah pasar tersebut menghadap langsung ke Jalan Jenderal Soedirman.
Selain lebih tertata rapi, harapannya bisa meningkatkan tingkat kunjungan dan daya beli masyarakat. Terkait aksesibilitas, menjadi lebih mudah karena menghadap langsung ke jalan utama Purwokerto.
“Saya ada rencana, nantinya Pasar Wage menghadap selatan, jadi wajah Pasar Wage langsung menghadap Jalan Jenderal Soedirman,” kata Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, Jumat (27/3/2026).
Dalam perencanaan tersebut, Pemkab akan memperluas Pasar Wage ke arah timur. Sehingga pintu masuk dari Jalan Jenderal Soedirman nampak lebih luas.
Guna merealisasikan rencana itu, Pemkab akan membeli lahan milik perorangan yang ada di lokasi itu. Kurang lebih luas lahan yang akan dibeli sekitar 1000 m².
“Saya sudah diskusikan dengan teman-teman dewan (Anggota DPRD, red) untuk pembebasan lahan,” kata dia.
Rencana tersebut bertujuan untuk mengembalikan ruh Pasar Wage sebagai pasar induk di Banyumas. Penyegaran suasana itu dihadapkan nantinya masyarakat akan lebih aman dan nyaman saat berbelanja.
“Saya punya keyakinan dengan seperti itu bisa mengembalikan marwah Pasar Wage sebagai pasar induk,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Banyumas telah melakukan langkah dalam menata kembali kondisi Pasar Wage. Saat ini kawasan Jalan Wihara di sekitar Pasar Wage, Purwokerto, telah steril dari aktivitas pedagang kaki lima. Ratusan pedagang yang sebelumnya memadati badan jalan telah direlokasi ke lantai 2 bangunan utama pasar induk tersebut.
Langkah penataan ini dieksekusi pada Minggu (22/03/2026) malam atau H+1 Lebaran. Realisasi ini menjadi tonggak sejarah baru, mengingat rencana relokasi tersebut telah tertahan selama 25 tahun dan baru berhasil terlaksana berkat pendekatan persuasif yang memanusiakan para pedagang.
Pasca-relokasi, wajah Jalan Wihara berubah drastis menjadi lebih rapi dan fungsional. Arus lalu lintas kendaraan kini jauh lebih lancar tanpa hambatan lapak pedagang yang sebelumnya memakan badan jalan.
“Selama hampir 25 tahun kondisi di sana tidak tertata dengan baik. Jadi penataan ini bukanlah hal yang mendadak,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (DKUKMP) Banyumas, Gatot Eko Purwadi, Minggu malam.
Data dari DKUKMP mencatat sebanyak 244 pedagang pagi telah menempati lapak baru di dalam pasar. Kebijakan ini merupakan buah dari diskusi panjang yang melibatkan paguyuban pedagang secara intensif.
Langkah ini juga diambil sebagai respons atas keresahan masyarakat. Sejak tahun 2018, banyak keluhan masuk mengenai terganggunya ketertiban umum dan akses jalan akibat okupansi badan jalan oleh pedagang.
“Ini bukan semata kebijakan pemerintah, tetapi juga respons atas tuntutan pengguna jalan dan pedagang di dalam pasar yang merasa sepi,” ujar Gatot.