
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap terus memperkuat layanan kesehatan dasar. Pada tahun 2026, Pemkab Cilacap mengucurkan anggaran awal sebesar Rp8 miliar untuk membangun dua puskesmas baru yang tersebar di wilayah barat dan timur Kabupaten Cilacap.
Dua fasilitas kesehatan yang akan dibangun yakni Puskesmas Dayeuhluhur 2 dan Puskesmas Binangun.
Pembangunan ini menjadi bagian dari program revitalisasi puskesmas, dengan merelokasi bangunan lama ke lokasi baru yang telah disiapkan lahannya agar pelayanan lebih optimal dan representatif.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, mengatakan seluruh tahapan perencanaan telah diselesaikan sejak 2025.
Mulai dari pengadaan lahan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), hingga perhitungan anggaran telah rampung dan mendapatkan persetujuan dari pimpinan daerah serta instansi terkait.
“Untuk tahap awal, masing-masing puskesmas dialokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar, sehingga total anggaran awal yang dikucurkan mencapai Rp 8 miliar,” kata Hasanuddin, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, pada awal 2026 pihaknya akan menyiapkan seluruh dokumen standar sebagai persyaratan proses tender pembangunan.
“Target kami, paling lambat Maret sudah berkontrak. Dengan begitu, waktu pengerjaan lebih panjang dan tidak dikejar-kejar di akhir tahun,” ujarnya.
Meski anggaran awal telah disiapkan, Hasanuddin menegaskan bahwa pembangunan kedua puskesmas tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran daerah.
Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp13 miliar untuk Puskesmas Dayeuhluhur 2 dan sekitar Rp11 miliar untuk Puskesmas Binangun.
Skema bertahap ini dilakukan agar pembangunan tetap sesuai standar Kementerian Kesehatan dan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat setempat.
Program pembangunan dan relokasi puskesmas di Cilacap telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah puskesmas seperti Dayeuhluhur 1 dan Jeruklegi 1 sudah lebih dulu direlokasi dan kini memiliki bangunan yang lebih layak dan modern.
Selain itu, beberapa puskesmas di wilayah perkotaan juga telah menjalani rehabilitasi bangunan secara bertahap untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan tenaga medis.
“Harapannya, dengan penyediaan sarana prasarana sesuai standar Kemenkes, kualitas layanan kesehatan masyarakat semakin meningkat dan akses layanan semakin mudah,” pungkas Hasanuddin.