Jumat, 1 Juli 2022

Pemotor di Cilacap Pakai Sandal Jepit Ditilang? Ini Penjelasan Kasat Lantas

Potret pengendara sepeda motor bersandal jepit saat melintas di Jalan Raya Sampang-Buntu (Ulul Azmi)

Istilah sandal jepit akhir-akhir ini sedang hangat jadi perbincangan publik. Terlebih Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengimbau agar tidak memakai sandal jepit saat berkendara sepeda motor. Hal itu sebagai ikhtiar dalam meminimalisir fatalitas kecelakaan di jalan, termasuk di Cilacap yang angka fatalitasnya meningkat beberapa bulan terakhir.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cilacap AKP Ris Andrian Yudo Nugroho menyampaikan, bahwa imbauan dari Kakorlantas Polri sebagai wujud ikhtiar bersama. Selain itu dalam usaha mengampanyekan keselamatan berlalu lintas dan sifatnya imbauan tidak ada penindakan tilang.

“Pengendara sepeda motor yang memakai sandal jepit tidak ada penilangan termasuk di Cilacap. Hanya saja kita menyarankan tidak memakai sandal jepit saat berkendara sepeda motor. Karena, bisa berbahaya saat terjadi sesuatu di jalan,” ujar AKP Ris Andrian, Kamis (16/6/2022).

Baca juga  Wabup Syamsul Dorong UMKM Cilacap Manfaatkan Platform Digital

Selain itu, memakai sandal jepit saat berkendara sepeda motor tidak ada proteksi atau pelindung saat bersentuhan dengan aspal. Untuk itu, perlindungan ini pun perlu dengan memakai sepatu meski berkendara dalam jarak dekat maupun jauh.

“Sarannya pakai sepatu, intinya sandal jepit mudah lepas. Kalau terjadi sesuatu dan kena aspal itu bisa berbahaya. Kalau kita pakai sepatu saya rasa akan lebih aman,” ujarnya.

Selain sepatu, untuk meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan harus ada pelindung diri lainnya yakni memakai helm dan jaket serta sarung tangan.

Baca juga  Darul Falah Merden Taklukkan Sabilurrosyad Wanadadi 5-0 di Liga Santri Banjarnegara

“Perhatikan kelengakapan kendaraan. Karena, dalam Operasi Patuh Candi 2022 kita lebih sering berpatroli dengan menyasar pelanggar lalu lintas. Pelanggaran itu seperti tidak memakai helm, melawan arus, memakai HP saat berkendara dan pelanggaran lainnya,” ujarnya.

Adapun berdasarkan catatan petugas, tingkat fatalitas kecelakan lalu lintas di Cilacap ada kenaikan beberapa bulan terakhir. Mulai bulan April 2022 ada sebanyak 88 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 14 orang.

Sedangkan di bulan Mei 2022 ada peningkatan yakni ada sebanyak 109 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 26 orang.

Bahkan jika melihat kasus kecelakaan baru-baru ini yang terjadi di awal bulan Juni 2022 ini, sudah ada satu korban meninggal dunia. Kasus kecelakaan di depan Pasar Sampang Cilacap memakan korban nyawa seorang pelajar.

Baca juga  PMI Cilacap Salurkan Bantuan Permakanan Bagi Warga Terdampak Banjir di Bantarsari
Pro Kontra

Sementara itu, terkait dengan anjuran tidak memakai sandal jepit saat berkendara mendapat beragam respons dari masyarakat Cilacap. Ada yang menanggapi dengan pro dan kontra.

“Memang kalau pakai sepatu lebih aman dan nyaman. Saya naik motor sukanya juga pakai sepatu, jadi saya dukung aja,” ujar Santo salah satu pengendara dari Kroya.

“Kalau jauh dekat saya terbiasa pakai sandal jepit. Masa ke warung dekat rumah pakai sepatu, kan ribet. Tapi kalau keluar kota, misalnya baru pakai sepatu,” ujar warga Cilacap yang enggan disebut namanya.

Berita Terkait

Berita Terkini