SERAYUNEWS-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada musibah yang membuat kita bertanya-tanya, apakah itu ujian atau azab?
Terkadang, kita bingung membedakan keduanya. Padahal, masing-masing memiliki makna dan tujuan yang berbeda dalam ajaran Islam.
Mari bahas perbedaan antara ujian dan azab agar dapat menyikapinya dengan bijak.
Istidraj adalah nikmat yang Allah berikan kepada hamba yang jauh dari-Nya. Meskipun hidup tampak lancar, rezeki mengalir deras, dan segala urusan duniawi tampak indah, sejatinya itu adalah jebakan dari Allah.
Mereka yang menerima istidraj sering kali merasa puas dengan kesenangan dunia, tanpa menyadari bahwa mereka semakin jauh dari Allah.
Dalam surat Al-A’raf ayat 182, Allah berfirman, “Dan apabila Kami memberi kenikmatan kepada mereka, mereka berpaling dan lupa kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka istidraj, yaitu kebahagiaan yang menyesatkan.”
Istidraj adalah bentuk kesenangan yang seolah-olah hadiah dari Allah, padahal itu adalah penangguhan azab yang lebih besar kelak di akhirat.
Ujian adalah bentuk cobaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang beriman dan senantiasa beribadah.
Allah ingin menguji sejauh mana keteguhan iman dan kesabaran kita dalam menghadapi kesulitan hidup.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ankabut ayat 2, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?”
Ciri-ciri ujian adalah munculnya musibah atau cobaan, tapi tidak menyebabkan seseorang menjauh dari Allah. Sebaliknya, ujian seharusnya membuat kita semakin mendekat kepada Allah, sabar, dan ikhlas.
Jika mampu melewatinya dengan baik, Allah akan memberikan kemudahan dan pahala yang besar di akhirat kelak.
Azab adalah hukuman yang Allah berikan kepada mereka yang lalai dalam beribadah, sering melakukan dosa, dan tidak segera bertaubat.
Azab ini merupakan bentuk peringatan dari Allah agar kita kembali kepada-Nya sebelum terlambat.
Musibah yang datang akibat azab biasanya lebih berat dan dapat mengarah pada kehancuran hidup seseorang, baik di dunia maupun akhirat.
Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang berpaling dari jalan Allah, dan memalingkan orang lain dari jalan Allah, Allah akan menghukum mereka dengan adzab yang pedih” (QS. Muhammad: 23).
Jadi, jika merasa mendapat musibah setelah lalai beribadah, ini bisa jadi tanda dari azab yang menanti.
Setiap bentuk musibah atau cobaan yang datang dalam hidup kita harus disikapi dengan penuh kesabaran dan ketakwaan.
Jika itu ujian, kita harus sabar dan terus beribadah. Jika itu azab, kita perlu segera bertaubat dan kembali kepada Allah.
Sedangkan jika itu istidraj, kita harus berhati-hati, jangan terbuai oleh kesenangan dunia yang menipu.
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara ujian, azab, dan istidraj sangat penting untuk menyikapi segala peristiwa dalam hidup.
Ingatlah bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah. Kita harus selalu kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus dan ikhlas.***