
SERAYUNEWS – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) akan berlangsung pada April 2026.
Informasi ini menjadi perhatian penting bagi siswa dan orang tua karena ujian akan digelar setelah masa libur Lebaran.
Berdasarkan jadwal, TKA untuk jenjang SMP akan berjalan lebih dulu, yakni pada 6 hingga 16 April 2026. Sementara itu, pelaksanaan TKA untuk jenjang SD berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, siswa dapat mempersiapkan diri secara optimal, termasuk dengan belajar secara mandiri di rumah.
Materi yang diujikan dalam TKA 2026 mencakup dua mata pelajaran utama, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia, baik untuk jenjang SD maupun SMP.
Pada jenjang SD, materi Matematika meliputi bilangan rasional, geometri dan pengukuran, serta pengolahan data.
Sementara itu, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa akan diuji pada pemahaman teks informasi, teks fiksi, serta karakteristik kosakata, kalimat, dan wacana.
Adapun untuk jenjang SMP, materi Matematika mencakup bilangan, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang. Kemudian, materi Bahasa Indonesia meliputi teks informasi, teks fiksi, serta pemahaman kosakata dan struktur kalimat.
Materi-materi tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara komprehensif sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.
Guna membantu siswa mempersiapkan diri, BSKAP di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan sejumlah tips belajar.
Salah satu metodenya adalah aturan 10 menit, yakni siswa meluangkan waktu singkat setiap pagi untuk memahami satu konsep atau menyelesaikan satu soal yang sulit. Cara ini efektif untuk menjaga konsistensi belajar tanpa membebani siswa.
Selain itu, siswa juga dapat memanfaatkan metode flashcard untuk mengulang materi secara santai. Media ini memungkinkan siswa belajar kapan saja, termasuk saat waktu luang, dengan cara yang lebih ringan dan fleksibel.
Metode lain adalah eksplorasi mandiri, yaitu dengan mempelajari kembali kisi-kisi materi dan contoh soal yang tersedia di laman resmi. Cara ini dapat membantu siswa memahami gambaran soal ujian.
Dalam proses persiapan menghadapi TKA, peran orang tua juga menjadi faktor penting. Kepala BSKAP, Toni Toharudin, mengimbau agar orang tua turut mendampingi anak dalam belajar.
Orang tua dapat melakukan pendampingan tersebut dengan membantu anak mengatur jadwal belajar, mengulang materi, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah.
Dengan persiapan matang dan dukungan dari keluarga, siswa dapat menghadapi TKA 2026 dengan lebih percaya diri dan memperoleh hasil optimal.***