Pertamina Gandeng PKK dan Bank Sampah untuk Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah

Pertamina Gandeng PKK dan Bank Sampah untuk Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah

Ulul AzmieJurnalis:Ulul Azmie
Bagikan:
PT Pertamina Lubricants
PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap bersama PKK dan Bank Sampah saat ikuti seminar dan sharing mitigasi perubahan iklim di Gedung Sumekar Cilacap, Kamis (30/11/2023). (Ulul Azmi).

SERAYUNEWS– PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap menggandeng PKK dan Bank Sampah gelar aksi mitigasi perubahan iklim, di antaranya pemanfaatan limbah rumah tangga minyak jelantah. Aksi ini untuk mengurangi dampak lingkungan, dengan pemanfaatan limbah/sampah rumah tangga yang dikelola dengan baik.

Aksi mitigasi perubahan iklim ini, Production Unit Cilacap menggandeng Pokja 3 PKK di 24 kecamatan, serta perwakilan Bank Sampah wilayah Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini digelar di Gedung Sumekar, Setda Cilacap, Kamis (30/11/2023).

Kegiatan ini diisi Seminar Peran Ibu dalam Pendidikan Lingkungan Hidup, kemudian sharing materi jejak jelantah, serta sosialisasi lomba kumpul jelantah dan kompetisi video bank sampah se Kabupaten Cilacap.

“Kita memberikan pengetahuan dan wawasan kepada tim penggerak PKK, kader bank sampah dari perwakilan 24 kecamatan, kita memiliki 200 bank sampah. Harapannya meningkatkan wawasan, pengetahuan dan tersadarkan untuk menjaga lingkungan dan melakukan kegiatan yang berdampak baik kepada lingkungan,” ujar Ketua TP PKK Cilacap, Fitri Awaluddin Muuri.

Lebih lanjut Fitri menambahkan, kegiatan mitgasi lingkungan dan pemberdayaan bank sampah akan menjadi Program Kerja PKK tahun 2024 dengan memberikan edukasi kepada anak-anak generasi muda agar lebih peduli dengan lingkungan.

“Seperti program akademi jejak jelantah, jadi tidak hanya sekolah adiwiyata juga kita lakukan untuk organisasi wanita. Jelantah ditukar dengan minyak baru, kemudian perlahan pembuatan sabun dan lilin dari minyak jelantah. Tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga,” ujarnya.

Fitri menambahkan, bahwa peserta yang diundang dalam aksk ini kebanyaka dari kalangan ibu rumah tangga. Sehigga melalui kegiatan ini dapat disosialisasikan di wilayah masing-masing agar memiliki kepedulian serta contoh edukasi kepada anak-anak dan lingkungan.

“Ibu ini sebagai role model jadi tidak hanya pendidik tapi sebagai pendidikan untuk anak, apa yang ucapkan, lakukan, dan dicontohkan ibu, itu yang terbaik untuk anak-anak, termasuk peduli terhadap lingkungan,” imbuhhya.

Operation Head Production Unit Cilacap, Agoes Poernomo mengatakan, bahwa setiap tahun pihaknya berusaha memberikan inovasi hasil mapping tim CSR.

“Program yang kita laksanakan bukan lahir dari kita tapi lebih banyak lahir dari keinginan masyarakat sendiri yang mereka sadar untuk melakukan pengelolaan lingkungan dan itu sejalan dengan program kita,” ujarnya.

Menurut Agoes, program yang diberikan kepada masyarakar tak lepas dari hasil mapping tim yang diberikan sesuai apa yang diinginkan masyarakat sehingga program akan berjalan dengan baik.

“Pendampingan kita lakukan sampai bisa mandiri, kita lakukan evaluasi supaya tidak bergantung kepada kita, dan setelah mandiri bisa menjadi pembina kepada yang lain,” imbuhnya.


© 2016 Serayu News