
SERAYUNEWS – Aparat dari Polsek Tambak jajaran Polresta Banyumas mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di wilayah Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jumat (20/2/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut bermula saat Kapolsek Tambak Iptu Sabar Riyadi bersama anggotanya melaksanakan patroli rutin dengan sasaran jalan raya, pertokoan, dan permukiman warga.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi menjelaskan, sekitar pukul 02.15 WIB petugas mendapati rombongan kendaraan bermotor berjumlah kurang lebih 30 sepeda motor melintas di depan Mapolsek Tambak dengan kecepatan tinggi dan gerak-gerik mencurigakan.
“Petugas kemudian melakukan pemantauan dan langkah antisipatif lebih lanjut,” ujarnya.
Petugas melakukan pengejaran hingga ke wilayah perbatasan Sumpiuh. Sejumlah pengendara yang berbalik arah menuju Tambak berhasil diamankan warga di sekitar Makam Gunungsari, Desa Gumelar Lor. Para remaja tersebut selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan barang bukti berupa satu sarung yang ujungnya diikat menyerupai benda tumpul. Barang tersebut diduga akan digunakan dalam aksi tawuran maupun perang sarung.
Sebanyak enam remaja berinisial AAK, FAS, YA, ANS, AS, dan FAR, yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Kebumen, selanjutnya diberikan pembinaan. Polisi menghadirkan orang tua, pihak sekolah, serta perangkat desa guna mencegah keterlibatan mereka dalam kenakalan remaja maupun tindak kekerasan jalanan.
“Kami mengimbau kepada para remaja agar tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun perang sarung yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Momentum Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat,” kata Petrus.
Ia menambahkan, peran aktif orang tua sangat dibutuhkan dalam mengawasi pergaulan anak, khususnya selama bulan Ramadan, agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Pengawasan dari keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah kenakalan remaja. Kami berharap orang tua dapat berperan aktif membimbing anak-anak agar memanfaatkan waktu selama Ramadan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat serta menjauhi aktivitas yang berpotensi melanggar hukum,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara kepolisian, orang tua, dan masyarakat, diharapkan para remaja dapat menjalani bulan Ramadan dengan kegiatan positif sehingga situasi kamtibmas di wilayah Banyumas tetap aman, tertib, dan kondusif.