
SERAYUNEWS – Peristiwa angin puting beliung yang melanda Desa Kutayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas mengakibatkan sekitar 169 terdampak. Kerusakan yang dialami mulai dari kategori ringan, sedang, sampai berat.
Dalam upaya penanganannya, DPRD Kabupaten mendorong Pemkab untuk melakukan secara cepat dan tepat. Selain anggaran APBD, bisa juga pemanfaatan CSR BUMD, maupun swasta.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas, Agus Priyanggodo, menyampaikan, sejumlah pihak juga telah dihubungi untuk ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Sedang didata apa saja kebutuhannya, termasuk dari PMI. Ada juga CSR dari BKK, BRI, dan Bank Jateng. Kami hubungi melalui surat resmi agar ada kepedulian bersama,” katanya saat meninjau lokasi, Sabtu (17/01/2026).
Dia menyampaikan rasa prihatin atas adanya musibah angin puting beliung ini. DPRD telah berkoordinasi dengan Pemkab, baik Bupati, BPBD, termasuk Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinperkim).
“Kami langsung koordinasi dengan BPBD, Dinas Perkim, dan Bupati. Prinsipnya, langkah maksimal akan segera dilakukan,” ujar.
Pria yang akrab disapa Agus “Nova” ini menjelaskan bahwa secara regulasi dan anggaran, pemerintah daerah telah memiliki skema dana kedaruratan dan dana tanggap darurat yang bisa digunakan untuk seluruh wilayah kabupaten.
“Konsepnya kolaborasi dan kepedulian terhadap bencana. Rumah rusak itu dilihat kebutuhannya, apakah perlu tenaga teknisi, logistik, atau relawan.
Insyaallah dikerjakan secara gotong royong, termasuk melibatkan organisasi masyarakat seperti Pemuda Pancasila,” katanya.
Saat ini kebutuhan warga terdampak masih terus didata, baik dari sisi logistik, tenaga, hingga dukungan relawan.
Dari sisi logistik, Agus memastikan ketersediaan bantuan relatif aman. BPBD dan PMI telah memiliki stok, ditambah dukungan dari MBG.
Tantangan utama saat ini adalah kebutuhan tenaga harian dan tenaga profesional untuk perbaikan rumah warga.
“Perkiraan tenaga harian yang dibutuhkan sekitar 30 sampai 50 orang.
Untuk tenaga profesional tinggal dihitung kebutuhannya berapa hari.
Targetnya dalam tiga sampai lima hari ke depan sudah selesai,” kata dia.
Berdasarkan data BPBD Banyumas, total terdapat 169 rumah terdampak. Sebanyak 165 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara empat rumah rusak berat.
Dampak paling parah terjadi di RW 03 dengan 156 kepala keluarga terdampak, disusul RW 05 sebanyak 13 kepala keluarga. Tercatat 69 KK mengungsi sementara ke rumah kerabat.