Minggu, 19 September 2021

Produksi Padi di Cilacap Baru Mencapai 667 Ribu Ton, Ini Rincian dan Targetnya

Petani saat memanen padi di wilayah Sikampuh Kecamatan Kroya. (Ulul)

Kabupaten Cilacap sebagai salah satu wilayah lumbung pangan nasional terus menggenjot potensi produksi di bidang pertanian. Meski di masa pandemi, produksi padi terus ditingkatkan. Hingga bulan Juli 2021, produksi padi telah mencapai 667 ribu ton.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Mlati Asih Budiarti menyampaikan, masa panen padi di musim ini hampir sebagian besar sudah selesai, terutama di wilayah Cilacap bagian timur.

Menurutnya, pada Masa Tanam (MT) II ke MT III pertengahan tahun 2021 ini,  wilayah tersebut belum bisa dilaksanakan penanaman MT III, sebab ada  pengeringan daerah irigasi serayu opak. Sementara irigasi akan kembali dibuka tanggal 15 September 2021.

“Wilayah Cilacap bagian timur sedang pengeringan, yang banyak panen di wilayah barat distrik Mejenang, Dayeuhluhur hingga Karangpucung, masih ada tanaman yang belum panen. Bulan Oktober mulai MT I, saat ini akhir masa taman untuk bulan Agustus-September,” ujar Mlati, Sabtu (28/08/2021).

Meski demikian, pihaknya optimis target produksi tahun ini bisa tercapai, yakni dengan realisasi hingga bulan Juli 2021 sudah mencapai 667.723 ton atau tercapai 71,52% dari target produksi 933.620 ton pertahun. Sedangkan untuk target luas tanam padi 134.856 hektar dengan realisasi 102.416 hektar atau 75, 94%.

Mlati menambahkan, bahwa ada 8 komoditas tanaman pangan yang memiliki potensi peningkatan produksi di Cilacap yakni komoditas padi sawah, padi gogo, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar.

“Potensi ada di 8 komoditas pangan, dengan target produksi tanaman pangan tahun 2021 1.074.224 ton, sedangkan target tahun 2022 yaitu 1.084.971 ton atau naik 1%. Untuk mencapai target sampai bulan Juli sudah tercapai 73,07%,” ujarnya.

Sedangkan untuk produksi kedelai tahun inu sudah melebih target produksi, yakni dari target 1.880 ton sudah terealisasi 2.072 ton. Namun untuk luas tanam 2.472 hektar baru terealisasi 1.610 hektar atau 6,13%. Sebab anggaran pengadaan bibit dari APBN terkena refocusing untuk penanganan Covid-19.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini