
BANYUMAS, SERAYUNEWS– Pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas kini telah mencapai progres 90 persen. Dengan menyisakan tahap penyelesaian akhir (finishing), seluruh sarana dan prasarana ditargetkan siap digunakan bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru pada Juli ini.
Demi memastikan progres dan kesiapan menuju dioperasionalkannya sekolah rakyat, Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, saat meninjau lokasi, pada Jumat (3/7/2026).
Peninjauan dilakukan guna memastikan kesiapan ruang belajar dan berbagai fasilitas penunjang agar proses pembelajaran hari pertama dapat berjalan optimal.
“Ini sekitar 90 persen. InshaAllah nanti Juli sudah selesai, karena memang dikejar untuk tahun ajaran baru,” kata Wabup Lintarti.
Wabup Lintarti mengapresiasi kelengkapan sarana yang tersedia. Sekolah ini dirancang ramah anak dengan fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari ruang pembelajaran, asrama putra-putri, asrama guru, lab bahasa, lab komputer, kantin, gedung serbaguna, tempat ibadah, hingga lapangan basket dan mini soccer.
“Fasilitasnya lengkap jadi memang sangat bagus dalam menunjang proses pembelajaran nantinya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah, menjelaskan bahwa kuota awal ditargetkan menampung 90 siswa per jenjang dari SD hingga SMA, dengan total keseluruhan 270 siswa baru.
Meski minat untuk jenjang SMP dan SMA sangat tinggi, kuota untuk jenjang SD sejauh ini baru terisi sekitar 25 siswa. Menurut Isbandiyah, faktor usia anak yang masih kecil membuat banyak orang tua berat hati melepas anak mereka ke sekolah berasrama.
“Untuk SMP sekitar 400 peminat sudah dijangkau 90, kemudian SMA sekitar 360 peminat sudah terjangkau 90. Kemudian SD yang ini masih belum full ya, sekitar 25,” ujarnya.
Jika hingga hari penetapan kuota SD belum terpenuhi, sisa kuota tersebut rencananya akan dialihkan untuk jenjang SMP dan SMA melalui koordinasi dengan kementerian terkait.
“Karena kemarin yang saya pahami sudah diajukan permohonan kepada Kementerian Sosial untuk kekurangannya ini dialokasikan untuk SMP dan SMA,” katanya.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie, menerangkan bahwa Sekolah Rakyat Banyumas ini diprioritaskan khusus bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 (sangat tidak mampu). Proses seleksinya pun dilakukan secara ketat dan berlapis.
Kriteria Penerima Manfaat yakni terdaftar dalam desil 1 & desil 2 data kemiskinan, lolos verifikasi kondisi ekonomi dan jumlah anggota keluarga, penilaian beban finansial/pinjaman keluarga.
“Nah ini dari kementerian sosial (Kemensos), kemudian dinas sosial, itu sudah melaksanakan pemilihan atau filter mulai keluarga tidak mampu, kemudian jumlah keluarganya berapa, kemudian dia punya beban pinjaman berapa, dan sebagainya,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi sisa pengerjaan fisik yang belum rampung total, pihak sekolah mensiasatinya dengan memulai kegiatan belajar mengajar di fasilitas-fasilitas utama yang sudah dinyatakan 100 persen siap.
“Infonya seperti itu, dari dinas PUPR yang bertugas di sini. Tapi, kalau guru, kepala sekolah sudah siap, sudah ready, tempat tidur juga sudah ready,” kata Nur Hadie.