
SERAYUNEWS- Kolaborasi antara PSSI dan Japan Football Association (JFA) terus berlanjut melalui program pertukaran wasit sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan di sepak bola Indonesia.
PSSI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu perwasitan nasional dengan melanjutkan kerja sama teknis bersama Japan Football Association (JFA).
Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pertukaran wasit, yang menjadi bagian dari agenda pengembangan sumber daya manusia di bidang perwasitan.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya pada awal 2025, saat JFA mengundang dua wasit PSSI untuk bertugas memimpin pertandingan di ajang Sanix Cup di Jepang.
Melalui program tersebut, wasit Indonesia memperoleh pengalaman langsung dalam memimpin pertandingan internasional dengan standar perwasitan yang ketat dan profesional. Melansir laman resmi PSSI, berikut kami sajikan ulasannya:
Sebagai bentuk timbal balik, PSSI mengundang delegasi JFA untuk menjalankan tugas perwasitan di kompetisi sepak bola nasional. Delegasi tersebut berada di Indonesia pada 23 Januari hingga 5 Februari 2026.
Selama berada di Tanah Air, satu wasit dan satu asisten wasit asal Jepang dipercaya memimpin sejumlah pertandingan Liga Nusantara.
Penugasan tersebut tidak hanya mencakup laga reguler, tetapi juga pertandingan penting pada fase perempat final dan semifinal, yang memiliki tingkat tekanan serta intensitas kompetisi tinggi.
PSSI menilai penunjukan wasit asing pada laga-laga krusial ini sebagai langkah strategis untuk menjaga kualitas pertandingan sekaligus memberikan contoh penerapan standar internasional di lapangan.
Delegasi JFA yang hadir di Indonesia terdiri dari tiga ofisial perwasitan berpengalaman. Mereka adalah Miyajima Kazushiro, yang menjabat sebagai Deputy Chairman of the Referee Committee JFA sekaligus bertugas sebagai Referee Assessor.
Selain itu, JFA juga mengirim Kobayashi Takuya sebagai wasit dan Tomomasa Toshiki sebagai asisten wasit.
Ketiganya terlibat langsung dalam proses kepemimpinan pertandingan sekaligus melakukan penilaian teknis terhadap pelaksanaan perwasitan di Liga Nusantara.
Kehadiran Referee Assessor dari JFA memberikan nilai tambah karena memungkinkan adanya evaluasi langsung, diskusi teknis, serta masukan konstruktif bagi wasit nasional.
Program pertukaran wasit ini tidak hanya berorientasi pada penugasan memimpin pertandingan, tetapi juga difokuskan pada transfer pengetahuan dan pengalaman.
Selama berada di Indonesia, delegasi JFA terlibat dalam diskusi teknis terkait penerapan Laws of the Game, konsistensi pengambilan keputusan, hingga manajemen pertandingan.
PSSI memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya wawasan wasit nasional mengenai standar perwasitan internasional yang diterapkan di Jepang dan Asia Timur.
Dengan demikian, wasit Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas kepemimpinan, komunikasi di lapangan, serta ketegasan dalam mengambil keputusan.
PSSI dan JFA sepakat bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada satu periode kerja sama. Kedua federasi berkomitmen untuk melanjutkan program pertukaran wasit dan kerja sama teknis lainnya di masa mendatang.
PSSI memandang Jepang sebagai salah satu model pengembangan perwasitan yang konsisten dan terstruktur di Asia.
Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat membantu mempercepat peningkatan kualitas perwasitan nasional sekaligus mendukung kemajuan kompetisi sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
Melalui program pertukaran wasit bersama JFA, PSSI menargetkan terciptanya ekosistem perwasitan yang profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di level regional hingga internasional.