
SERAYUNEWS – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai jadwal puasa sunnah Dzulhijah.
Ibadah ini dikenal sebagai salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar karena dilaksanakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah, bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Selain identik dengan ibadah kurban dan pelaksanaan haji di Tanah Suci, bulan Dzulhijah juga menjadi momen bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah puasa sunnah sebelum Idul Adha, terutama puasa Tarwiyah dan Arafah.
Para ulama menjelaskan bahwa amalan pada awal Dzulhijah memiliki nilai pahala yang besar. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah.
Karena itu, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri menjalankan puasa sunnah tersebut, baik secara penuh sejak awal bulan maupun hanya pada hari-hari tertentu yang dianggap paling utama.
Pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya menetapkan Hari Raya Idul Adha melalui sidang isbat yang digelar menjelang masuknya bulan Dzulhijah. Penetapan tersebut dilakukan dengan metode hisab dan rukyatul hilal untuk memastikan awal bulan Hijriah.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Dzulhijah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Jika penanggalan tersebut tidak berubah setelah sidang isbat, maka Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijah diperkirakan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.
Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan menunggu pengumuman resmi pemerintah karena awal bulan Hijriah dapat berbeda tergantung hasil pemantauan hilal.
Penetapan Idul Adha juga penting karena berkaitan dengan pelaksanaan puasa sunnah Arafah yang dilakukan sehari sebelum hari raya kurban.
Puasa sunnah Dzulhijah umumnya dilaksanakan selama sembilan hari, yakni mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah.
Meskipun awal bulan Dzulhijah terdiri dari sepuluh hari penuh kemuliaan, umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijah karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Dalam sejumlah penjelasan ulama, puasa pada awal Dzulhijah termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.
Pelaksanaan puasa dimulai sejak 1 Dzulhijah dan dapat dilakukan hingga 9 Dzulhijah. Hari kedelapan dikenal sebagai puasa Tarwiyah, sedangkan hari kesembilan disebut puasa Arafah.
Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah paling istimewa karena memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
Sementara itu, puasa Tarwiyah juga banyak diamalkan umat Islam sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang Hari Arafah dan Idul Adha.
Jika mengacu pada kalender Hijriah Kementerian Agama, berikut jadwal puasa sunnah Dzulhijah 2026 dalam kalender Masehi:
Jadwal tersebut masih dapat berubah sesuai hasil sidang isbat penetapan awal Dzulhijah 1447 Hijriah.
Niat puasa Dzulhijah dibedakan sesuai hari pelaksanaannya. Untuk puasa tanggal 1 sampai 7 Dzulhijah, niat yang dibaca adalah:
“Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijah karena Allah Ta’ala.”
Sementara untuk puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijah, niatnya berbunyi:
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”
Adapun niat puasa Arafah pada 9 Dzulhijah adalah:
“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.”
Waktu membaca niat puasa sunnah dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dengan mengetahui jadwal dan keutamaan puasa Dzulhijah 2026, diharapkan umat Islam dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.***