Sabtu, 31 Juli 2021

Puluhan Kontraktor Nyanyi Lagu ‘Bongkar’ di Depan Kantor Bupati Cilacap, Ada Apa?

Persatuan penyedia jasa kontruksi dan masyarakat peduli Cilacap menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Cilacap (Ulul Azmie)

Puluhan orang yang tergabung dalam persatuan penyedia jasa konstruksi dan masyarakat peduli Cilacap gelar aksi di depan kantor Bupati Cilacap, Senin (21/06/2021). Mereka menuntut agar pelelangan tender proyek tahun anggaran 2021 ini ditinjau ulang dan dibatalkan karena dinilai ada monopoli.


Cilacap, serayunews.com

Para pengunjukrasa datangi kantor Bupati Cilacap pada Senin (21/06) pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Para peserta menggelar unjukrasa dengan membawa atribut spanduk dan berorasi dengan pengeras suara. Dalam orasinya, pengunjukrasa menyerukan dengan lantunan lagu “Bongkar”, sebagai bentuk kekecewaan mereka.

Aksi yang digelar di Halaman Kantor Bupati Cilacap tersebut dijaga oleh puluhan personel dari Kepolisian dan Satpol PP. Dimana sempat terjadi ketegangan antara pengamanan setempat dengan perwakilan pendemo yang akan bermediasi dengan Pemkab Cilacap, yang akhirnya sejumlah perwakilan diterima audiensi oleh Sekretaris Daerah Cilacap.

Sejumlah tuntutan yang disampaikan diantaranya, terkait adanya tender atau pelelangan tahun 2021 di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cilacap tahun anggaran 2021, yang dalam pelaksanaannya diduga ada penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pembuat komitmen dan unit layanan pengadaan setempat.

Para pengunjuk rasa menyerukan lantunan lagu “Bongkar” sambil menunjukan spanduk (Ulul Azmie)

Koordinator aksi Widi Widiyantoko mengatakan, bahwa pihaknya kecewa atas hasil pertemuannya dengan Pemkab Cilacap yang di wakili oleh Sekda. menurutnya dalam pertemuan tersebut tidak ada jawaban pasti atas apa yang diadukan oleh pengunjuk rasa.

Padahal menurutnya, aduan mereka tentang beberapa permasalahan lelang tahun anggaran 2021 diduga ada monopoli dan nepotisme, sebab menurutnya yang menang lelang merupakan orang tertentu.

“Intinya tidak puas (dengan hasil pertemuan), kita bukan negosiasi tapi mewakili aspirasi  teman-teman, jawabannya hanya mengambang, kita menuntut untuk tender ulang, lelang ulang, evaluasi ulang semuanya,” ujarnya kepada awak media.

Terpisah Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma’ruf mengatakan, bahwa apa yang telah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

“ULP juga hati-hati dalam menentukan pemenang dan menyeleksi,” ujar Sekda.

Merasa tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut, selanjutnya peserta unjuk rasa membubarkan diri dan akan menempuh ke jalur yang lebih tinggi.

Baca juga Sejumlah Pegadang Pasar Wage Purwokerto Kecewa karena Tak Dapat Jatah Vaksin Covid-19

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini