
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Banyumas mendukung penuh penyelenggaraan Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026 yang kembali digelar tahun ini.
Ajang sport tourism bergengsi tersebut ditargetkan mampu menghadirkan hingga 6.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran ribuan pelari diproyeksikan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian di Kota Purwokerto. Dampaknya diperkirakan terasa pada berbagai sektor, mulai dari hotel dan penginapan, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, penyelenggaraan Purwokerto Half Marathon pada tahun sebelumnya telah terbukti mampu meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
“Harapannya lebih meriah dari Purwokerto Half Marathon tahun kemarin. Kalau tahun kemarin sudah mendongkrak perekonomian di Kabupaten Banyumas, tahun ini akan lebih lagi karena pesertanya ditargetkan 6.000 orang,” kata Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, ditemui usai peluncuran Half Marathon di Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu (07/03/2026).
Menurut Sadewo, peserta yang datang dari luar daerah biasanya tidak hanya mengikuti lomba lari, tetapi juga menghabiskan waktu untuk berwisata di Kabupaten Banyumas.
Para pelari umumnya datang sejak dua hari sebelum perlombaan dimulai. Selain mempersiapkan diri untuk lomba, mereka juga berkesempatan menikmati berbagai destinasi wisata dan kuliner di Purwokerto.
“Mereka datang pada Jumat, Sabtu persiapan, Minggu lari. Biasanya tidak langsung pulang, mereka juga melihat destinasi wisata yang ada di Kabupaten Banyumas,” kata dia.
Kondisi tersebut membuat tingkat hunian hotel dan penginapan meningkat serta memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Sadewo menyampaikan pemerintah daerah akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai event berskala nasional di Banyumas.
Menurutnya, kegiatan seperti Purwokerto Half Marathon mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkenalkan Banyumas sebagai destinasi wisata dan sport tourism.
Setelah PHM 2026, rencananya akan digelar ajang lari lainnya bertajuk Banyumas Old City Half Marathon.
“Harapannya setiap bulan minimal ada satu event di Kabupaten Banyumas. Pemda cukup sebagai fasilitator, sedangkan pelaksanaan diserahkan kepada pihak yang profesional,” kata Sadewo.
Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Junaidi mengatakan Purwokerto Half Marathon telah sukses digelar pada 2024 dan 2025 dengan dampak ekonomi yang cukup besar.
Ia menyebut perputaran uang pada PHM 2024 mencapai sekitar Rp6 miliar, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp8 miliar pada tahun 2025.
“Harapannya tahun ini bisa meningkat lagi, targetnya sekitar Rp10 miliar,” ujarnya.
Race Director Roni Yuliananto Kurniawan menyampaikan jumlah peserta Purwokerto Half Marathon terus mengalami peningkatan setiap tahun.
Pada 2024 jumlah peserta mencapai 3.300 orang, kemudian meningkat menjadi 4.500 peserta pada 2025, dan tahun ini ditargetkan mencapai 6.000 peserta.
“Peningkatan jumlah peserta tentu akan kami ikuti dengan peningkatan kualitas dalam penyelenggaraannya. Kami tetap memprioritaskan keamanan dan kenyamanan rute, khususnya untuk kategori 21K dan 10K,” katanya, Sabtu (08/03/2026).
Menurut Roni, meningkatnya jumlah peserta dari luar kota juga dipengaruhi oleh kemudahan akses menuju Purwokerto yang dapat dijangkau melalui kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti kereta api.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan sejumlah inovasi baru untuk meningkatkan kemeriahan acara.
Salah satunya adalah perluasan Cheering Zone di sepanjang rute lomba. Jika sebelumnya hanya melibatkan sekitar 20 sekolah, tahun ini masyarakat di sepanjang rute juga akan diajak ikut menyemangati para pelari.
Kemeriahan event juga sudah terasa sejak Race Pack Collection hingga hari pelaksanaan lomba dengan berbagai hiburan menarik.
“Purwokerto Half Marathon tahun ini akan dibuat lebih spektakuler, salah satunya didorong oleh lonjakan jumlah peserta yang signifikan,” kata Roni.