
SERAYUNEWS – Sebanyak 6.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan ajang Purwokerto Half Marathon 2026 yang digelar di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (17/05/2026).
Event lari tahunan yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan itu menghadirkan suasana berbeda. Tahun ini, Purwokerto Half Marathon sukses memecahkan dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus.
Dua rekor tersebut yakni kategori cheering terbanyak dan edukasi perlindungan konsumen kepada pelari terbanyak melalui kampanye Run From Scam.
Race Director Purwokerto Half Marathon 2026, Ronny Yuliananto Kurniawan, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Total sebanyak 6.000 peserta mengikuti empat kategori lomba yang tersedia.
Rinciannya meliputi:
“Peserta bertambah secara signifikan. Peserta sudah mulai aware tentang Purwokerto Half Marathon,” katanya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan keterlibatan masyarakat Banyumas yang hadir sebagai kelompok cheering di sepanjang rute lomba.
Panitia mencatat sedikitnya ada 70 kelompok cheering dengan total sekitar 1.000 warga yang turut memberikan semangat kepada para pelari.
Selain masyarakat umum, sekitar 20 sekolah tingkat SMP, SMA, hingga SMK juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Ada pemecahan rekor MURI untuk cheering terbanyak. Keterlibatan warga sudah ada 70 kelompok warga. Pihak sekolah ada 20 kelompok sekolah,” ujar Ronny.
Dari sisi keamanan dan kesehatan, panitia menyiapkan dukungan medis secara maksimal selama kegiatan berlangsung.
Terdapat dua rumah sakit rujukan serta 10 ambulans yang disiagakan di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Banyumas.
Ronny menyebut persiapan event berjalan lancar berkat dukungan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder yang terlibat.
“Dari bidang medis, ada dua rumah sakit rujukan, 10 ambulans, di bawah koordinasi Dinkes,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas, Junaidi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas bangga karena Purwokerto Half Marathon terus berkembang dan menjadi agenda olahraga besar di daerah.
Menurutnya, event tersebut bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM, kuliner, dan perhotelan.
“Kami bekerja sama dengan panitia telah menyiapkan acara HM ini dengan berkolaborasi dengan seluruh pihak,” katanya.
Sementara itu, Sekda Jawa Tengah, Sumarno, menyebut Purwokerto Half Marathon kini telah menjadi milik masyarakat luas, bukan sekadar komunitas pelari.
Ia memperkirakan perputaran uang selama event tahun 2026 mencapai sekitar Rp10 miliar, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp8 miliar.
“Salah satunya di Purwokerto ini, Jawa Tengah juga sedang menggencarkan sport tourism, ya melalui event-event seperti ini,” kata dia.