
SERAYUNEWS – Gelaran Pasar Ramadan 2026 yang diinisiasi oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menuai sukses besar. Selain menjadi magnet warga berburu takjil, ajang ini mencatatkan nilai transaksi yang fantastis hingga menyentuh angka miliaran rupiah.
Atas capaian tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto memberikan apresiasi khusus bagi para pedagang yang mencatatkan volume transaksi QRIS tertinggi.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan agenda tahunan yang dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan.
“Kami sangat bersyukur dengan capaian positif yang terus diraih. Angka transaksi yang mencapai miliaran rupiah ini menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi di lingkungan kampus sangat sehat dan produktif,” kata Prof. Dr. Jebul Suroso, Senin (30/3/2026).
Rektor menegaskan bahwa UMP berkomitmen penuh dalam mengawal UMKM agar dapat naik kelas melalui berbagai program pendampingan yang berkelanjutan.
Apresiasi senada datang dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Christoveny. Menurutnya, kolaborasi dengan UMP merupakan langkah strategis dalam memperluas ekosistem digital di masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para pedagang di Pasar Ramadan UMP. Program penghargaan bagi tenant dengan transaksi QRIS terbanyak ini adalah upaya kami untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran secara nyata di masyarakat,” kata Christoveny.
Pesatnya adopsi digital ini tecermin dari data per Februari 2026, di mana transaksi QRIS di wilayah Banyumas Raya melonjak tajam hingga 298% secara year on year (yoy). Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai inisiatif BI Purwokerto, mulai dari program QRIS Goes to Campus hingga QRIS Jelajah Budaya.
“Target edukasi kami menyasar luas mulai dari UMKM, pasar tradisional, pasar modern, hingga sektor wisata. Penggunaan QRIS di Pasar Ramadan UMP 2026 adalah contoh sukses bagaimana teknologi mempermudah transaksi ekonomi kreatif,” tambahnya.
Pada gelaran tahun ini, tiga pelaku usaha berhasil dinobatkan sebagai pemenang lomba transaksi QRIS terbanyak. Mereka adalah Yogi (Basreng Sultan), Fina Herlinawati (Fina Food), dan Rasono (Siomay).
Fina Herlinawati, pemilik ‘Fina Food’ sekaligus mahasiswa Program Studi Teknik Sipil S1 UMP, mengaku terharu bisa mendapatkan penghargaan tersebut di tengah kesibukannya menyusun tugas akhir.
“Saya sangat senang, ini menjadi energi positif untuk terus semangat berjualan. Walaupun perjalanannya tidak mudah karena harus membagi waktu antara produksi, promosi, dan mengerjakan skripsi, namun niat saya membantu orang tua membuat semua tantangan terasa ringan,” ungkap Fina.
Bagi Fina, beralih ke sistem pembayaran digital adalah kebutuhan mutlak di era sekarang. “Sekarang orang jarang bawa uang tunai. Dengan QRIS, siapapun bisa bayar hanya dengan scan kode melalui dompet digital tanpa perlu ribet cari uang pas,” jelasnya.
Efisiensi dalam manajemen keuangan juga menjadi nilai tambah yang ia rasakan. “Semua transaksi tercatat otomatis secara digital, jadi saya bisa pantau pemasukan dengan mudah tanpa takut salah hitung. Usaha jadi terlihat lebih profesional dan terpercaya,” tutupnya.
Melalui penghargaan ini, BI Purwokerto berharap para pelaku UMKM, khususnya di lingkungan kampus UMP, semakin terpacu untuk beradaptasi dengan teknologi guna memperkokoh kemandirian ekonomi nasional.