
SERAYUNEWS — Ratusan santri dari salah satu pondok pesantren di wilayah Cilacap diduga mengalami keracunan makanan.
Insiden ini membuat lebih dari 100 santri sempat dilarikan ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolresta Cilacap, Budi Adhy Buono, mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah langsung turun tangan meninjau kondisi para santri sekaligus menelusuri penyebab kejadian.
“Kami kemarin ke RSUD bersama pemerintah daerah, khususnya Kepala Dinas Kesehatan, untuk mengecek langsung kejadian dugaan keracunan ini,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Budi menjelaskan, dari ratusan santri yang sempat menjalani perawatan, sebagian besar kini telah pulih dan kembali ke pondok pesantren.
“Kemarin ada 100 lebih yang datang, khusus yang perempuan ada yang rawat inap, yang laki-laki langsung kembali ke ponpes, sampai hari ini alhamdulillah tinggal satu yang dirawat di RSUD,” ungkapnya.
Untuk mengungkap penyebab kejadian, petugas mengambil dua sampel makanan yang diduga dikonsumsi para santri, yakni dari MBG dan dapur pondok pesantren.
Seluruh sampel telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk diuji di laboratorium tingkat provinsi.
“Ada dua sampel makanan yang diambil, dari MBG dan dari pondok pesantren. Saat ini sedang diuji di laboratorium provinsi, hasilnya masih menunggu,” ungkapnya.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (28/4/2026), namun gejala baru dirasakan para santri sehari setelahnya, yakni Rabu (29/4/2026).
Para santri dilaporkan mengalami keluhan setelah diduga mengonsumsi makanan tersebut. Jumlah terdampak mencapai lebih dari 100 orang, baik santri laki-laki maupun perempuan.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum mengambil kesimpulan.
“Kita belum bisa memastikan penyebabnya, karena masih menunggu hasil pemeriksaan sampel,” tegas Budi.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, kondisi para santri kini dilaporkan terus membaik. Pemerintah daerah bersama aparat akan terus memantau perkembangan serta menyiapkan langkah lanjutan setelah hasil uji keluar.