
SERAYUNEWS-Real Madrid sedang dalam sorotan setelah berpisah dengan Xabi Alonso. Padahal, Alonso baru jelang awal musim ini ada di Real Madrid. Perginya Alonso memunculkan satu spekulasi tentang ego para pemain Madrid.
Para pemain Madrid diduga sulit diatur. Dalam beberapa kesempatan ada beberapa potongan video dengan narasi para pemain Madrid enggan dengan instruksi Xabi. Padahal, sebagai pemain dan pelatih, Xabi adalah sosok yang istimewa.
Selama menjadi pemain, Xabi pernah merasakan gelar Liga Champions dua kali yakni bersama Liverpool dan Real Madrid. Xabi merasakan juga gelar liga domestik bersama Madrid dan Bayern Munchen. Dia juga merasakan prestasi membanggakan bersama timnas Spanyol.
Xabi ikut serta dalam skuad ketika Spanyol juara Euro pada 2008 dan 2012 serta juara Piala Dunia 2010. Setelah tak lagi menjadi pemain, Xabi menjadi pelatih. Dia menjadi sosok yang luar biasa bersama Bayer Leverkusen.
Xabi mampu membawa Bayer Leverkusen menjadi juara Liga Jerman pada musim 2023-2024. Ini adalah trofi pertama Leverkusen di Liga Jerman. Leverkusen sebelumnya dikenal sebagai runner up Liga Jerman. Sehingga, mereka sempat dijuluki Neverkusen.
Tapi dengan adanya Xabi, Leverkusen berhasil menjadi juara Liga Jerman. Kemampuan Xabi menjadi pelatih tak lepas dari masa ketika dia jadi pemain. Xabi pernah dilatih pelatih hebat seperti Luis Aragones, Rafael Benitez, Vicente del Bosque, Jose Mourinho, dan Pep Guardiola.
Dengan prestasinya itu, Xabi kemudian berlabuh sebagai pelatih di Madrid. Sayangnya, dia tak lama di Madrid. Kini, posisi Xabi digantikan oleh Alvaro Arbeloa. Arbeloa adalah sosok yang dulu juga menjadi pemain. Dia satu tim bersama Xabi saat timnas Spanyol juara di Euro 2008, 2012, dan Piala Dunia 2010. Hanya saja, Arbeloa bukan pilihan utama.
Kini, di tangan Arbeloa, harapan fans Madrid digantungkan. Menjadi pertanyaan besar apakah Arbeloa akan memberikan prestasi menjanjikan pada Madrid? Yang pasti, Arbeloa baru melatih sebentar dan kini tantangan terbesar adalah di ajang Liga Champions.
Madrid akan menjamu Monaco pada Rabu (21/1/2026) mulai pukul 02.45 WIB. Pertandingan ini bisa ditonton di SCTV dan juga bisa di vidio.com. Ini adalah laga penting bagi Madrid. Sebab, jika sampai tersungkur di kaki Monaco, Madrid bisa terlempar dari posisi delapan besar klasemen Liga Champions.
Saat ini, Madrid ada di posisi tujuh klasemen sementara Liga Champions. Mereka memiliki 2 poin dari enam pertandingan. Sementara, di posisi 9 ada Liverpool yang memiliki nilai sama dengan Madrid. Maka, jika Madrid tersungkur di hadapan Monaco, ada potensi Madrid terpental dari delapan besar.
Madrid tentu akan mengandalkan para pemain bintangnya, termasuk Kylian Mbappe. Sekalipun dituding sebagai sosok yang menyingkirkan Xabi, tapi peran Mbappe di Madrid sangat penting. Dia adalah mesin gol bagi Madrid. Keberadaan Mbappe di depan, bisa membuat Monaco kelimpungan.
Sekadar diketahui, semua tim di Liga Champions fase grup akan bermain delapan kali. Artinya, semua tim kini menyisakan dua pertandingan. Posisi delapan besar klasemen akhir berhak lolos ke babak 16 besar. Sementara posisi 9 sampai 24 akan bertarung di playoff untuk berebut tiket ke babak 16 besar.
Monaco sendiri sedang berusaha untuk mendapatkan hasil bagus melawan Madrid. Kini, Monaco memiliki 9 poin dari enam pertandingan. Artinya terpaut tiga poin dari Madrid. Monaco masih berkesempatan masuk delapan besar klasemen akhir sekalipun tidak mudah.
Monaco juga perlu menang agar mereka tidak terlempar dari 24 besar. Jika sampai kalah melawan Madrid, Monaco bis terlempar dari 24 besar dan angkat koper dari Liga Champions musim ini.
Tapi Monaco kini sedang dalam situasi yang buruk. Dalam 8 pertandingan terakhir di Liga Prancis, Monaco hanya menang sekali dan sisanya mengalami kekalahan. Pemain seperti Ansu Fati, Takumi Minamino, Folarin Balogun, dan Paris Brunner belum memberikan dampak yang signifikan di Monaco.
Ansu Fati adalah eks Barcelona, Minamino adalah eks Liverpool. Folarin Balogun pernah tajam bersama Reims di musim 2022-2023. Paris Brunner adalah bocah Jerman yang pernah menjadi pemain terbaik pada Piala Dunia U17 tahun 2023 di Indonesia. Keberadaan mereka belum memberikan dampak luar biasa bagi Monaco.