
CILACAP, SERAYUNEWS – Ada pemandangan berbeda di Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan. Di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban, anggota Regu Pengamanan kini juga turun langsung mengelola kebun cabai bersama warga binaan. Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Kebun cabai yang berada di belakang barak hunian warga binaan itu telah dikelola selama kurang lebih dua bulan. Selama masa perawatan, petugas dan warga binaan bekerja sama merawat tanaman mulai dari penyiraman, membersihkan gulma, pemupukan, hingga memantau pertumbuhan cabai agar hasil panennya optimal.
Komandan Jaga Lapas Terbuka Nusakambangan, Fuad Amin, mengatakan keterlibatan regu pengamanan merupakan bentuk kolaborasi seluruh unsur di lapas dalam menciptakan lingkungan yang produktif.
Menurutnya, petugas pengamanan tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mendukung program pembinaan warga binaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa petugas pengamanan tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang produktif. Bersama warga binaan, kami merawat tanaman ini dengan harapan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab,” kata Fuad, Sabtu (25/7/2026).
Kalapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan, Ario Galih Maduseno, mengapresiasi inisiatif anggota regu pengamanan yang memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun cabai produktif.
Ia menilai kegiatan tersebut membuktikan bahwa seluruh jajaran lapas memiliki peran dalam mendukung keberhasilan program pembinaan. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan itu juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan yang bermanfaat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh unsur di Lapas Terbuka Nusakambangan dapat berkontribusi dalam mendukung pembinaan dan ketahanan pangan. Kami berharap kebun cabai ini terus berkembang, memberikan manfaat bagi petugas maupun warga binaan, serta menjadi contoh bahwa pembinaan dapat dilakukan melalui kegiatan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program budidaya cabai menjadi salah satu bentuk pembinaan berbasis kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Terbuka Nusakambangan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya diajak memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga belajar mengenai teknik budidaya tanaman yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
Kolaborasi antara petugas dan warga binaan diharapkan mampu membangun rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta semangat bekerja sama. Di sisi lain, pemanfaatan lahan produktif juga mendukung program ketahanan pangan yang tengah dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan pendekatan tersebut, Lapas Terbuka Nusakambangan berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas.