
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Nama Ibu Tin belakangan mencuri perhatian di media sosial setelah konten-kontennya mengolah berbagai jenis umbi-umbian menjadi makanan kekinian.
Perempuan asal Bantul, DI Yogyakarta, itu dikenal warganet dengan sebutan Ibu Kimpul melalui akun TikTok dan Instagram @black.sheep.
Popularitas Ibu Tin berawal dari kreativitasnya mengolah bahan pangan lokal, mulai dari kimpul, gembili, hingga uwi, menjadi aneka makanan modern.
Menariknya, ia kerap mengganti bahan utama yang biasanya identik dengan produk dari luar negeri menggunakan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Salah satu kreasi terbarunya adalah sushi kimpul. Berbeda dari sushi nigiri pada umumnya yang menggunakan nasi, Ibu Tin memanfaatkan kimpul sebagai penggantinya.
Dalam video yang diunggah sekitar enam hari lalu, Ibu Tin memperlihatkan proses membuat sushi berbahan kimpul.
Ide tersebut muncul karena ia tidak memiliki beras Jepang yang biasa digunakan untuk membuat sushi.
“Karena saya tidak punya, jadi saya ganti kimpul. Jadi sushi kimpul,” ujar Ibu Tin dalam videonya.
Kreasi sushi kimpul buatan Ibu Tin menggunakan bahan yang cukup sederhana. Anda bisa menyiapkan beberapa bahan berikut:
Bahan utama:
Bahan larutan mirin sederhana:
Pelengkap:
Proses pembuatannya dimulai dengan mengukus kimpul hingga matang. Setelah empuk, kimpul dihaluskan menggunakan garpu atau sendok.
Kimpul yang sudah halus kemudian dicampur dengan larutan mirin sederhana. Larutan tersebut dibuat dengan mencampurkan air matang, gula pasir, garam, dan cuka.
Semua bahan diaduk hingga larut sebelum dituangkan secukupnya ke dalam kimpul.
Menurut Ibu Tin, cara menghaluskan kimpul menggunakan garpu memberikan tekstur yang berbeda dibandingkan memakai chopper.
Dengan cara tersebut, kimpul tidak terlalu lembut dan lengket sehingga teksturnya masih terasa ketika dimakan.
Setelah tercampur rata, kimpul dibentuk menyerupai nasi untuk sushi. Selanjutnya, irisan salmon sashimi grade diletakkan di atasnya sehingga tampilannya menyerupai sushi nigiri.
Sushi kimpul yang telah selesai dibuat kemudian disantap dengan kecap asin. Ibu Tin tampak menikmati hasil kreasinya setelah mencicipi hidangan tersebut.
Ia menggambarkan perpaduan rasanya sebagai kombinasi kimpul yang gurih dan pulen dengan salmon yang bertekstur kenyal serta memiliki sedikit rasa manis.
“Ini gurih pulen dari kimpul, ada kenyal-kenyal agak manis dari salmon,” ujarnya.
Tak hanya salmon, Ibu Tin juga menawarkan alternatif bahan bagi Anda yang ingin mencoba kreasi serupa. Jika tidak memiliki kimpul, ia menyebut wader dapat digunakan sebagai pilihan lain.
Namun, wader sebaiknya digoreng hingga kering terlebih dahulu agar menghasilkan tekstur yang renyah saat disantap.
Kreasi sushi kimpul tersebut menjadi contoh bagaimana bahan pangan lokal bisa diolah menjadi sajian yang lebih modern dan menarik.
Kimpul yang selama ini mungkin hanya dikenal sebagai bahan pangan tradisional ternyata dapat dikreasikan menjadi pengganti nasi dalam hidangan sushi.
Dari dapur sederhana, Ibu Tin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal juga bisa tampil kekinian tanpa kehilangan karakter aslinya. (Shafira Nur Anindya)***