
SERAYUNEWS – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Banyumas mulai tancap gas pasca-Lebaran 2026. Ketua Umum KORMI Banyumas, Samsudin Tirta, resmi memperkenalkan jajaran pengurus baru hasil reshuffle dalam acara Halal Bihalal di The Garden Purwokerto, Jumat (3/4/2026).
Langkah ini menjadi strategi organisasi untuk memperkuat struktur sekaligus meningkatkan efektivitas program olahraga masyarakat di Banyumas.
Dalam arahannya, Samsudin menegaskan bahwa penyegaran struktur organisasi dilakukan secara menyeluruh, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“Sebagai upaya meningkatkan kualitas pengabdian, saya bersama unsur pimpinan telah melakukan reshuffle. Harapannya, dengan formasi baru ini, kita dapat melaksanakan program dan kegiatan dengan jauh lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Restrukturisasi ini juga mencakup penempatan pengurus baru di level strategis serta distribusi tugas ke wilayah kecamatan guna memperluas jangkauan gerakan olahraga masyarakat.
KORMI Banyumas menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh kecamatan sebagai bagian dari penguatan organisasi di akar rumput.
Saat ini, dari total 27 kecamatan di Banyumas, baru empat kecamatan yang telah memiliki struktur kepengurusan aktif.
Target ini menjadi krusial dalam mewujudkan misi besar KORMI, yakni menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle) masyarakat.
Selain agenda utama reshuffle, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi internal serta penguatan semangat kebersamaan antar pengurus.
Acara berlangsung hangat dengan tausiyah Halal Bihalal yang disampaikan oleh Usman Ali, yang menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan keikhlasan dalam berorganisasi.
Di akhir sambutannya, Samsudin turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran pengurus.
Optimisme KORMI Banyumas ke Depan
Dengan struktur baru, KORMI Banyumas optimistis mampu bergerak lebih solid, adaptif, dan responsif dalam mengembangkan olahraga masyarakat.
Fokus ke depan tidak hanya pada pembentukan organisasi, tetapi juga pada peningkatan partisipasi masyarakat hingga ke tingkat desa dan kecamatan.