
SERAYUNEWS- Jawaban atas teka-teki siapa Pelatih Persela Lamongan di sisa musim Pegadaian Championship 2025–26 atau Liga 2 akhirnya terungkap.
Manajemen Persela secara resmi menunjuk Bima Sakti sebagai Pelatih Kepala baru, menggantikan Aji Santoso yang mengundurkan diri beberapa bulan lalu.
Penunjukan legenda Timnas Indonesia itu diharapkan mampu membawa angin segar bagi Laskar Joko Tingkir yang tengah berjuang menjaga posisi di papan tengah klasemen.
Tak menunggu lama, Bima Sakti langsung memimpin sesi latihan perdana Persela di Stadion Surajaya, Lamongan. Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku antusias memulai petualangan barunya bersama klub kebanggaan masyarakat Lamongan.
“Saya tidak berpikir dua kali ketika Persela memberi tawaran. Ini klub besar dengan sejarah dan basis suporter yang luar biasa,” ujar Bima Sakti dalam keterangan di laman I-League.
Bima Sakti menyebut Persela sebagai salah satu klub idolanya sejak masih aktif sebagai pemain profesional. Menurutnya, Persela selalu identik dengan skuat berkualitas dan karakter permainan yang kuat.
“Persela selalu punya pemain-pemain bagus. Jadi meskipun saya mendapat beberapa tawaran dari klub lain, saya tetap memilih berkomitmen bersama Persela,” tegasnya.
Komitmen tersebut semakin menguat setelah Bima Sakti merasakan langsung sambutan hangat dari suporter Persela.
Sebagai bentuk penghormatan, Bima Sakti juga menyempatkan diri berziarah ke makam almarhum Choirul Huda, legenda Persela Lamongan yang wafat saat bertanding.
“Saya berziarah ke makam almarhum Choirul Huda. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT,” ungkap Bima dengan penuh haru.
Momen tersebut semakin mempertegas ikatan emosional sang pelatih dengan Persela Lamongan.
Bima Sakti menegaskan dirinya sangat terbuka terhadap kritik, khususnya yang berkaitan dengan kinerja kepelatihan. Ia meminta dukungan penuh dari suporter, media, dan seluruh elemen klub agar Persela bisa bangkit di putaran kedua.
“Saya tidak anti kritik. Silakan kritik, terutama saya sebagai pelatih. Itu menjadi tanggung jawab saya,” tegasnya.
Sebelum resmi ditangani Bima Sakti, Persela Lamongan harus menelan kekalahan saat bertandang ke markas Persipura Jayapura di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (27/12/2025). Persela menyerah dengan skor 0-2.
Dua gol kemenangan Mutiara Hitam dicetak oleh Matheus Vieira da Silva pada menit ke-58 dan Gunansar Papuan Mandowen pada menit ke-88.
Karteker pelatih Persela, Ragil Sudirman, menyoroti kondisi fisik pemain sebagai pekerjaan rumah utama usai kekalahan tersebut. Ia menilai anak asuhnya mampu mengimbangi permainan Persipura di babak pertama.
“Pada babak pertama kami bisa mengimbangi dan bahkan menekan. Tapi di babak kedua, fisik menurun dan kami kecolongan dua gol,” jelas Ragil. Ia menegaskan peningkatan fisik menjadi fokus utama jelang laga berikutnya.
Saat ini, Persela Lamongan menempati peringkat keenam klasemen Pegadaian Championship dengan koleksi 21 poin, sama dengan Deltras FC yang berada satu tingkat di atasnya, namun unggul head to head.
Persela menghadapi tantangan berat setelah ditinggal beberapa pemain inti yang hijrah ke PSIS Semarang, serta belum adanya pengganti sepadan. Faktor kelelahan akibat perjalanan panjang juga menjadi kendala tersendiri.
Meski menghadapi situasi sulit, Ragil Sudirman menegaskan timnya tidak gentar. Ia justru melihat ujian ini sebagai pemicu motivasi tinggi.
“Kami siap kerja keras. Siapa yang bekerja keras, dia yang akan mendapatkan hasil terbaik,” ucap Ragil.
Ia bertekad memaksimalkan kekuatan yang tersisa agar Persela mampu mencuri poin dan tidak pulang dengan tangan hampa.
Ragil juga mengakui kekuatan Persipura yang sedang menanjak di bawah asuhan Rahmad Darmawan. Dalam beberapa laga terakhir, Persipura mencatat lima kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
“Pemain mereka bagus dan kali ini bermain di kandang sendiri. Tentu ini tidak mudah,” pungkasnya.