
SERAYUNEWS – RSUD Cilacap terus memperkuat layanan kesehatan spesialis dengan mempersiapkan operasional alat catheterization laboratory (cath lab) yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Juli 2026. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah besar dalam meningkatkan pelayanan kasus jantung dan saraf di Kabupaten Cilacap.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Cilacap, dr. Reza Prima Muharama, mengatakan pengembangan layanan cath lab merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui program KJSU-KIA yang mencakup layanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak.
“Sejak tahun 2025 kami sudah mendapatkan bantuan alat cath lab. Bantuan ini akan kami optimalkan khususnya untuk pelayanan kasus-kasus jantung koroner akut,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Reza, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan layanan cath lab dapat berjalan optimal. RSUD Cilacap telah melaksanakan monitoring dan evaluasi, termasuk melakukan studi banding ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto guna mempelajari kebutuhan sarana pendukung dan sistem pelayanan yang diperlukan.
Selain itu, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Saat ini RSUD Cilacap telah memiliki tenaga medis yang siap mendukung operasional cath lab, termasuk dokter spesialis jantung dan dokter spesialis saraf.
“Alhamdulillah untuk SDM kesehatan kami sudah siap. Ke depan kami tinggal melengkapi alat pendukung dan menunggu proses kredensialing atau izin dari BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, cath lab tersebut akan menjadi fasilitas pertama di Kabupaten Cilacap yang mampu memberikan layanan intervensi jantung secara komprehensif.
Reza mengungkapkan tren kasus penyakit jantung di Cilacap menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya faktor risiko seperti stres, pola makan, dan gaya hidup masyarakat.
Tingginya angka pasien terlihat dari kunjungan ke poli jantung rawat jalan RSUD Cilacap yang setiap harinya mencapai puluhan orang.
“Pasien di poli jantung kami setiap hari hampir 80 orang. Bahkan setelah masa liburan bisa mencapai sekitar 100 pasien per hari,” ungkapnya.
Dengan tingginya kebutuhan layanan tersebut, keberadaan cath lab diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien dan mengurangi ketergantungan rujukan ke rumah sakit di luar daerah.
Layanan cath lab nantinya akan digunakan untuk berbagai tindakan medis, terutama yang berkaitan dengan penyakit jantung dan saraf. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah pemasangan ring jantung atau prosedur intervensi lainnya.
Reza memastikan layanan tersebut nantinya dapat diakses oleh peserta BPJS Kesehatan selama seluruh persyaratan administrasi dan prosedur pelayanan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Selama administrasi lengkap, cepat, dan tepat, insyaallah pelayanan yang kami klaimkan ke BPJS dapat diterima dan dibayarkan,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran cath lab menjadi tonggak penting bagi kemajuan layanan kesehatan di wilayah selatan Jawa Tengah. Menurutnya, masyarakat Cilacap tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan jantung yang sebelumnya hanya tersedia di kota-kota besar.
“Harapan kami RSUD Cilacap bisa menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Cilacap dan Jawa Tengah bagian selatan. Kami ingin menjadi rumah sakit rujukan pilihan masyarakat sekaligus rumah sakit pendidikan yang mampu memberikan manfaat lebih luas,” pungkas Reza.
RSUD Cilacap menargetkan layanan cath lab mulai beroperasi pada akhir Juli 2026, sembari menunggu penyelesaian proses koordinasi dan perizinan bersama BPJS Kesehatan. Dengan hadirnya fasilitas ini, akses layanan jantung modern bagi masyarakat Cilacap diharapkan semakin cepat, mudah, dan terjangkau.