
SERAYUNEWS-Sukses dengan uji coba pembesaran ikan dengan menggunakan sistem bioflok, Rutan Banjarnegara kembali mengembangkan perikanan pada lahan sempit, kali ini 5.000 benih ikan lele ditebar di kolam bioflok yang ada di bedeng peternakan Rutan Banjarnegara.
Pengembangan perikanan pada lahan sempit ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Banjarnegara dalam pembinaan para narapidana sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Kepala Rutan Banjarnegara Dodik Harmono mengatakan, sebanyak 5.000 ekor benih lele jenis Sangkuriang ditebar ke dalam lima kolam terpal yang telah disiapkan secara khusus. Program ini menjadi bukti komitmen Rutan Banjarnegara dalam mengembangkan kegiatan produktif yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Pemilihan benih lele jenis Sangkuriang bukan tanpa alasan. Jenis ini dikenal memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit, pertumbuhan jenis ini juga relatif lebih cepat dibandingkan jenis lele lainnya, sehingga dinilai mampu menghasilkan panen yang optimal.
“Proses penebaran benih dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan kolam dan kualitas air, guna memastikan pertumbuhan ikan lele berjalan maksimal sejak awal pemeliharaan,” katanya, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, penambahan kolam dan penebaran benih ikan ini dilakukan setelah sebelumnya dinilai sukses dalam budidaya ikan dengan sistem bioflok. Tentu saja ini menjadi bukti nyata dari Rutan Banjarnegara dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Alhamdulillah, hasil panen lele sebelumnya cukup memuaskan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk kembali menebar benih lele sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan, baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal Rutan,” ujarnya.
Dikatakannya, program budidaya lele dengan menggunakan bioflok ini didukung dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Inkopasindo, yang dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pengembangan UMKM di lingkungan Rutan Banjarnegara.
Pemilihan komoditas lele dinilai tepat mengingat keterbatasan lahan yang tersedia, namun tetap mampu menghasilkan produktivitas yang maksimal. Selain budidaya lele, Rutan Banjarnegara juga mengembangkan peternakan ayam petelur, serta komoditas sayuran seperti cesim, kangkung, kacang tanah, dan kacang panjang.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi lahan terbatas agar tetap bernilai produktif,” ujarnya.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Rutan Banjarnegara sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, pemberdayaan Warga Binaan, serta pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas.