
SERAYUNEWS- Pergerakan saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mendadak menyedot perhatian pasar modal pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026.
Ini setelah harga sahamnya meledak 34% hanya dalam hitungan menit dari level gocap Rp50 hingga menyentuh auto reject atas (ARA).
Hal ini diiringi antrean beli jutaan lot yang membeludak di papan perdagangan, memicu spekulasi luas investor mengenai faktor di balik lonjakan tajam saham DADA yang sebelumnya lama stagnan.
Kenaikan mendadak tersebut tidak hanya mencerminkan lonjakan harga, tetapi juga memicu antrean beli luar biasa besar di papan perdagangan.
Saham DADA pun langsung masuk radar investor ritel dan menjadi salah satu topik terpanas di lantai bursa hari ini.
Fenomena ini mempertegas bahwa saham berkapitalisasi kecil masih menyimpan potensi volatilitas ekstrem, terutama ketika sentimen pasar bergerak cepat dan likuiditas mendadak meningkat.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya mengenai saham DADA yang meledak 34% dalam menit, apa yang sebenarnya terjadi?
Sekitar pukul 10.05 WIB, saham DADA mulai bergerak tidak biasa. Harga yang sebelumnya stagnan di level Rp50 langsung melesat dan menyentuh Rp67 per saham.
Kenaikan ini setara dengan lonjakan sekitar 34% dalam satu sesi perdagangan intraday.
Tak butuh waktu lama, pada pukul 10.15 WIB, sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan laju kenaikan tersebut karena saham DADA resmi terkena auto reject atas.
Mekanisme ARA membuat harga tidak dapat naik lebih lanjut pada hari yang sama.
Yang membuat pasar semakin heboh, antrean beli di harga tertinggi membengkak hingga jutaan lot, mencerminkan tingginya minat spekulatif yang masuk secara bersamaan.
Lonjakan harga saham DADA dibarengi dengan peningkatan aktivitas transaksi yang signifikan. Order book mencatat antrean beli mencapai jutaan lot, jauh melampaui rata-rata hariannya selama dua bulan terakhir.
Dominasi investor ritel terlihat jelas dalam pergerakan ini. Banyak pelaku pasar tampak mengejar momentum, berharap reli lanjutan seperti yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.
Kondisi ini memperkuat karakter saham DADA sebagai saham volatil dengan sentimen yang cepat berubah.
Sebelum reli mengejutkan ini, saham DADA dikenal sebagai saham yang mati suri. Sejak Oktober 2025, harga saham perusahaan properti tersebut terperangkap di level Rp50 selama lebih dari dua bulan.
Pergerakan yang sempit, volume transaksi rendah, serta minimnya katalis membuat saham ini nyaris terlupakan oleh sebagian besar investor.
Situasi inilah yang membuat lonjakan tajam pada awal 2026 terasa kontras dan mengundang tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar.
Saham DADA sejatinya bukan pemain baru dalam hal pergerakan ekstrem. Pada periode Agustus hingga Oktober 2025, saham ini pernah mencatat lonjakan fenomenal dari kisaran Rp10 hingga menembus Rp178 per saham.
Dalam waktu relatif singkat, harga sahamnya melesat ribuan persen sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam dan kembali jatuh ke level gocap.
Pola ini menunjukkan bahwa saham DADA memiliki rekam jejak volatilitas tinggi yang berulang.
Hingga saham DADA menyentuh ARA, belum ada keterbukaan informasi resmi dari manajemen terkait aksi korporasi, kinerja keuangan terbaru, maupun agenda strategis yang bisa menjelaskan lonjakan harga tersebut.
Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa kenaikan harga lebih didorong oleh sentimen pasar, faktor teknikal, dan pergerakan investor ritel, bukan oleh perubahan fundamental perusahaan dalam jangka pendek.
Di pasar modal, saham berkapitalisasi kecil kerap sensitif terhadap rumor dan narasi yang berkembang di media sosial. Saham DADA juga tak luput dari berbagai isu, mulai dari rumor akuisisi hingga perbincangan soal profil perusahaan.
Meski sebagian isu telah diklarifikasi oleh manajemen sebelumnya, sentimen tetap mampu memicu lonjakan harga ketika bertemu dengan likuiditas rendah dan minat beli yang terkonsentrasi.
Bursa Efek Indonesia secara konsisten mengingatkan investor agar tidak hanya terpancing euforia jangka pendek. Saham dengan volatilitas tinggi berpotensi memberikan keuntungan cepat, namun juga menyimpan risiko koreksi tajam dalam waktu singkat.
Investor diimbau untuk selalu memperhatikan:
1. Keterbukaan informasi emiten
2. Kondisi fundamental perusahaan
3. Profil risiko pribadi
4. Manajemen risiko yang disiplin
5. Peluang dan Risiko Saham DADA
Bagi trader jangka pendek, lonjakan saham DADA bisa menjadi peluang trading momentum, asalkan disertai strategi keluar yang jelas. Namun bagi investor jangka menengah hingga panjang, kehati-hatian tetap menjadi kunci utama.
Tanpa dukungan fundamental yang solid dan kinerja keuangan yang konsisten, lonjakan harga seperti ini cenderung bersifat spekulatif, bukan refleksi nilai intrinsik perusahaan.
Kebangkitan saham DADA dari level gocap menjadi pengingat bahwa pasar saham selalu penuh kejutan. Saham yang lama stagnan bisa tiba-tiba melesat, sementara euforia bisa berbalik menjadi tekanan jual dalam sekejap.
Investor disarankan untuk tetap rasional, tidak terjebak FOMO, dan menjadikan lonjakan ini sebagai pelajaran penting tentang volatilitas, disiplin, dan manajemen risiko di pasar modal Indonesia.