
SERAYUNEWS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banyumas terus menggencarkan upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
Kali ini, sebanyak 617 pelajar SMK Swagaya 1 Purwokerto mengikuti kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Senin (19/1/2026).
Kegiatan berlangsung pukul 07.15 WIB hingga 08.15 WIB dan diikuti siswa-siswi bersama jajaran guru SMK Swagaya 1 Purwokerto.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala SMK Swagaya 1 Purwokerto Jumari, S.Pd., M.Pd., Wakasat Resnarkoba Polresta Banyumas Iptu Agung Setiawan, Kaur Bin Ops Satresnarkoba Ipda Agung P., S.H., serta Kaurmintu Aiptu Angger Tanlalana.
Iptu Agung Setiawan yang bertindak sebagai narasumber memaparkan bahaya narkoba, dampak penyalahgunaan narkotika, serta berbagai modus peredaran narkoba yang kerap menyasar generasi muda, khususnya pelajar.
“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak masa depan pribadi, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan bangsa. Dampaknya sangat serius, mulai dari gangguan kesehatan, kerusakan mental, hingga berujung pada kematian,” ujar Iptu Agung Setiawan, Selasa (20/1/2026).
Selain penyampaian materi, Satresnarkoba Polresta Banyumas juga memperkenalkan contoh jenis-jenis narkoba yang beredar di wilayah Kabupaten Banyumas.
Langkah ini bertujuan agar siswa memiliki pemahaman konkret sehingga mampu mengenali dan menghindari narkoba sejak dini.
Pengenalan langsung ini dinilai efektif untuk meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika yang berkembang dengan beragam modus.
Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr Ari Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba Kompol Willy Budiyanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Kami berharap para siswa memiliki kesadaran dan keberanian untuk menolak narkoba serta tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk melindungi generasi muda,” ujarnya.