Rabu, 25 Mei 2022

Satu ABK Filipina Positif Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Cilacap, 13 Lainnya Dirawat Intensif

Kapal Hilma Bulker saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap (Ulul Azmie)

Sorang Anak Buah Kapal (ABK) berbendera Panama yang merupakan warga negara Filipina dan terkonfirmasi positif Covid-19 akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di ICU RSUD Cilacap pada Selasa (11/05) dini hari sekitar pukul 02.25 WIB.


Cilacap, serayunews.com

Sekretaris Daerah Cilacap sekaligus ketua harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf menyampaikan, bahwa ABK yang meninggal tersebut berinisial DRQ (50) yang dirawat sejak 30 April 2021 lalu.

“Saat ini sedang dikoordinasikan oleh agen kapal, Kedutaan Besar Filipina dan pihak keluarga, apakah akan dimakamkan di Indonesia atau dikremasi dan abunya dibawa ke Filipina,” ujar Farid Ma’ruf saat gelar pres rilis, Selasa (11/05).

Baca juga  Progres Pembangunan Fisik Lamban, Bupati Purbalingga “Warning” Kepala OPD

Farid menambahkan, Sesuai regulasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 424/MENKES/SK/IV/ tahun 2007 tentang pedoman upaya kesehatan pelabuhan dalam rangka karantina kesehatan, jenazah yang meninggal karena penyakit menular tidak dapat dibawa keluar wilayah Republik Indonesia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Cilacap Pramesti Griana Dewi menyampaikan, sebelumnya pasien sempat mendapatkan immunoglobulin, dan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, saturasi, suhu dan pernapasan terpantau baik.

“Namun pada 11 Mei pukul 01.45 WIB kondisi pasien memburuk. Setengah jam kemudian pasien mengalami henti jantung. Upaya pertolongan dilakukan dengan resusitasi jantung paru. Namun tidak ada respon, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Baca juga  Soal Mudik, Ganjar Bicara Siaga dan Pamer Kuliner
Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma’ruf saat gelar pres rilis terkait ABK Filipina meninggal dunia, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pramesti Griana Dewi dan Direktur RSUD Cilacap Mohammad Ichlas Riyanto (Ulul Azmie)

Ia menambahkan, sebelum meninggal pasien mengeluh sesak nafas semakin berat, tanda-tanda vital dan oksigen menurun, sehingga dibantu dengan ventilator.

Atas meninggalnya seorang ABK Filipina tersebut, kini ada 13 ABK lain yang terkonfirmasi positif masih menjalani isolasi di RSUD Cilacap dalam keadaan stabil.

“Sejak awal dirawat ada 13 ABK diantaranya 1 ABK kritis, kemudian tambah 1 ABK positif, jadi total 14 ABK positif Covid-19,” ujarnya.

Baca juga  Carica dan Keripik Kentang, Oleh-oleh Khas Banjarnegara Paling Diburu Pemudik

Diketahui kapal Hilam Bulker mengangkut gula rafinasi dari India menuju Cilacap, dengan jumlah ABK sebanyak 20 orang. Setelah dilakukan tes swab antigen, 14 dinyatakan positif Covid-19 dirawat di RSUD Cilacap, dan 6 orang negatif Covid jalani isolasi mandiri di kapal.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini