
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Punya dua akun Instagram kini bukan lagi hal yang aneh di kalangan anak muda. Jika first account biasanya digunakan untuk membagikan konten yang lebih rapi dan terpilih, second account justru menjadi ruang yang lebih bebas untuk membagikan berbagai cerita sehari-hari.
Mulai dari foto atau video random, aktivitas harian, hingga momen yang dianggap terlalu “alay” untuk diunggah di akun utama, semuanya bisa masuk ke akun kedua. Bagi sejumlah anak muda, second account terasa lebih santai karena tidak terbebani oleh persoalan citra atau personal branding.
Penggunaan akun sekunder ini didasari oleh berbagai alasan personal yang dirasakan langsung oleh para penggunanya.
1. Tempat Membagikan Daily Activity dan Momen Sehari-hari
Artika, salah seorang pengguna second account, mengatakan akun keduanya digunakan untuk membagikan aktivitas sehari-hari melalui unggahan maupun Instagram Story.
“Untuk meng-up aktivitas sehari-hari dan stalking akun orang lain,” ujar Artika pada Rabu (2/9/2026).
Menurut Artika, isi second account lebih banyak berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Berbagai momen sederhana yang terjadi dalam keseharian bisa langsung dibagikan kepada pengikutnya.
“Berisi kegiatan sehari-hari buat update story,” lanjutnya.
Artika juga melihat adanya perbedaan antara akun utama dan akun keduanya. First account cenderung lebih sepi karena unggahan dilakukan secara lebih selektif, sementara second account digunakan lebih aktif untuk membagikan keseharian.
“Bedanya, second lebih update, kalau first lebih sepi dan personal,” katanya.
2. Ruang Ekspresi Diri Tanpa Takut Terlihat Random atau “Alay”
Berbeda dengan Artika, Tian memandang second account sebagai ruang untuk mengekspresikan sisi dirinya yang lebih bebas. Berbagai momen yang dianggap terlalu random atau bahkan alay justru menjadi bagian dari konten di akun tersebut.
“Buat mengabadikan momen yang alay-alay di second,” kata Tian.
Ia mengatakan tidak semua konten cocok untuk diunggah di first account. Karena itu, second account menjadi pilihan ketika ingin membagikan sesuatu tanpa terlalu memikirkan bagaimana konten tersebut akan terlihat di akun utama.
“Isinya hal-hal random yang nggak bisa di-up di first,” ujarnya.
3. Wadah Arsip Digital untuk Catatan Momen Pribadi
Sementara itu, Kumara menggunakan second account sebagai tempat untuk mengarsipkan berbagai aktivitas yang dilakukan setiap hari.
“Buat arsip daily activity,” ujar Kumara.
Konten yang dibagikan pun tidak jauh dari kegiatan sehari-hari. Dengan begitu, akun kedua dapat menjadi semacam catatan digital mengenai berbagai momen yang pernah dilalui.
“Isinya tentang kegiatan sehari-hari,” katanya.
Menurut Tian, fungsi kedua akun tersebut memiliki tujuan yang berbeda secara signifikan. First account lebih berkaitan dengan citra diri atau branding, sedangkan second account digunakan untuk bersenang-senang dan berekspresi lebih lepas.
“Kalau first untuk branding, kalau second untuk gila-gilaan,” tutur Tian.
Kumara juga menilai perbedaan dengan first account terutama terlihat dari intensitas unggahan. Jika akun utama tidak terlalu sering digunakan untuk membuat postingan, akun kedua justru lebih fleksibel untuk membagikan berbagai aktivitas.
“Bedanya, first tidak sering posting,” ujar Kumara.
Fenomena penggunaan second account memperlihatkan bahwa media sosial tidak selalu digunakan untuk membangun citra yang sempurna. Bagi sebagian anak muda, akun kedua justru menjadi tempat untuk menunjukkan sisi yang lebih spontan, random, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, first account dan second account memiliki fungsi masing-masing. Akun utama dapat menjadi ruang untuk menampilkan versi diri yang lebih terkurasi, sedangkan akun kedua memberikan kebebasan untuk membagikan momen tanpa harus terlalu memikirkan standar tertentu. (Reza Nugraha)