
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara diperkuat melalui sinergi lintas institusi. Jajaran Rutan Banjarnegara menggandeng Kodim 0704 dan Polres Banjarnegara untuk meningkatkan koordinasi, deteksi dini, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan.
Koordinasi tersebut dilakukan jajaran Rutan Banjarnegara dengan mendatangi Kodim 0704 dan Polres Banjarnegara. Kunjungan tersebut dilakukan oleh Kepala Rutan Banjarnegara bersama Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), serta jajaran staf KPR.
Kepala Rutan Banjarnegara Dodik Harmono mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat sinergitas dan pengamanan, saat melakuka kunjungan ke Kodim 0704, Rutan Banjarnegara membahas penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan bersama untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Sinergi dengan unsur pertahanan dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan, terutama dalam membangun pola komunikasi dan koordinasi yang cepat apabila terjadi situasi yang membutuhkan dukungan lintas institusi.
Setelah dari Kodim, jajaran Rutan Banjarnegara melanjutkan koordinasi dengan Polres Banjarnegara. Bersama dengan pejabat di lingkungan Polres Banjarnegara, Kepala Rutan berdialog terkait peningkatan komunikasi antarinstansi, kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan, serta mekanisme dukungan apabila sewaktu-waktu diperlukan.
“Langkah ini diharapkan membuat respons terhadap berbagai potensi gangguan dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan tepat,” katanya, Selasa (2/9/2026).
Menurutnya, menjaga keamanan tidak bisa dilakukan oleh petugas pemasyarakatan secara sendiri. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan Rutan yang aman, tertib, dan kondusif.
“Keamanan dan ketertiban tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi, dan sinergi yang kuat dengan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Koordinasi lintas instansi tidak hanya diperlukan ketika terjadi gangguan keamanan. Komunikasi harus terus dibangun agar setiap pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai langkah antisipasi dan penanganan yang harus dilakukan.
Koordinasi lintas sektoral ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Banjarnegara dalam memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan kesiapsiagaan keamanan.
Dengan komunikasi yang semakin solid, Rutan Banjarnegara berharap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal. Keamanan pun tidak hanya bergantung pada respons saat masalah muncul, tetapi dibangun melalui kesiapan dan kerja sama lintas institusi secara berkelanjutan.