
SERAYUNEWS – Presiden Prabowo Subianto tercatat melakukan perombakan kabinet atau reshuffle sebanyak empat kali sepanjang tahun 2025.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan pemerintahan di tahun awal kepemimpinannya, sekaligus upaya menyesuaikan struktur kabinet dengan dinamika politik, kebutuhan kebijakan, serta target pembangunan nasional.
Sejumlah posisi penting, mulai dari menteri hingga kepala badan dan lembaga strategis, mengalami pergantian maupun penambahan.
Rangkaian reshuffle tersebut menunjukkan bahwa Prabowo tidak ragu melakukan evaluasi terhadap kinerja pembantunya, bahkan ketika usia kabinet belum genap satu tahun. Berikut rangkuman perjalanan empat kali reshuffle Kabinet Merah Putih sepanjang 2025.
Reshuffle Pertama: Evaluasi Dini di Awal Pemerintahan
Perombakan kabinet pertama dilakukan pada 19 Februari 2025, saat Kabinet Merah Putih baru berusia sekitar empat bulan.
Pada tahap ini, Presiden Prabowo melantik enam pejabat baru, baik di level kementerian maupun lembaga negara.
Perhatian publik tertuju pada pergantian Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Satryo Soemantri Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto.
Selain itu, sejumlah posisi kepala dan wakil kepala badan strategis juga diisi, seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan dan data nasional sejak awal masa jabatan.
Reshuffle Kedua: Perombakan Besar dan Masuknya Menteri Baru
Tujuh bulan berselang, tepatnya pada 8 September 2025, Prabowo melakukan reshuffle jilid kedua yang skalanya lebih besar.
Pada momen ini, terjadi pergantian di pos-pos kementerian strategis yang menjadi sorotan publik.
Salah satu perubahan paling signifikan adalah pergantian Menteri Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Selain itu, Mukhtarudin dipercaya mengisi jabatan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), menggantikan Abdul Kadir Karding. Pos Menteri Koperasi juga berganti, dari Budi Arie Setiadi kepada Ferry Juliantono.
Pada reshuffle ini pula, Presiden Prabowo membentuk Kementerian Haji dan Umrah dengan melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai menteri, didampingi Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menteri.
Namun, beberapa jabatan strategis seperti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Menteri Pemuda dan Olahraga sempat dibiarkan kosong.
Reshuffle Ketiga: Mengisi Pos Kosong dan Menambah Kekuatan Kabinet
Tak lama setelah reshuffle kedua, tepatnya pada 17 September 2025, Prabowo kembali melakukan perombakan lanjutan.
Fokus utama reshuffle jilid ketiga adalah mengisi jabatan-jabatan yang sebelumnya belum terisi.
Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, sementara Erick Thohir dipercaya menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.
Seiring dengan perpindahan Erick Thohir, posisi Menteri BUMN kemudian diisi sementara oleh Dony Oskaria sebagai pelaksana tugas.
Selain itu, sejumlah wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, hingga Kepala Staf Kepresidenan juga dilantik.
Penambahan ini menunjukkan upaya penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya di bidang komunikasi pemerintahan, gizi nasional, serta pengadaan barang dan jasa.
Reshuffle Keempat: Penambahan Jabatan dan Restrukturisasi Lembaga
Reshuffle keempat berlangsung pada 8 Oktober 2025 dan menandai babak lanjutan dari penataan Kabinet Merah Putih.
Pada tahap ini, Prabowo menambah jumlah wakil menteri di beberapa kementerian, seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
Perombakan ini juga berkaitan dengan perubahan struktural Kementerian BUMN yang beralih menjadi Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sesuai revisi Undang-Undang BUMN. Dony Oskaria resmi dilantik sebagai Kepala BP BUMN, didampingi sejumlah wakil kepala.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang diketuai oleh Velix Wanggai dengan sembilan anggota.
Pada hari yang sama, kepala negara juga melantik sejumlah duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk negara sahabat.
Empat Reshuffle sebagai Cerminan Gaya Kepemimpinan
Empat kali reshuffle dalam satu tahun menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo Subianto yang dinamis dan adaptif.
Perombakan kabinet dilakukan bukan hanya untuk mengganti individu, tetapi juga menyesuaikan struktur kelembagaan dengan arah kebijakan pemerintah.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo menempatkan efektivitas kerja dan pencapaian target nasional sebagai prioritas utama.
Ke depan, publik akan terus menyoroti sejauh mana perombakan tersebut berdampak pada kinerja pemerintahan dan realisasi program-program strategis.
Demikian informasi tentang sejarah reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo.***








