
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap memastikan pembangunan Sekolah Rakyat mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
Sekolah berkonsep boarding school ini disiapkan untuk menampung hingga 1.000 siswa dari keluarga miskin secara gratis, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menyampaikan bahwa Cilacap menjadi salah satu dari 166 daerah di Indonesia yang menerima program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat.
Program tersebut telah resmi diluncurkan oleh Presiden RI dalam agenda nasional di Banjarmasin.
“Alhamdulillah, kemarin Sekolah Rakyat juga sudah di-launching oleh Pak Presiden di Banjarmasin. Kebetulan saya hadir langsung, dan Cilacap menjadi bagian dari 166 daerah yang mendapatkan pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Syamsul, Rabu (14/1/2026).
Syamsul menjelaskan, Pemkab Cilacap telah menyelesaikan berbagai persiapan awal, mulai dari penyediaan lahan, kelengkapan administrasi, hingga proses perizinan yang hampir seluruhnya rampung. Pembangunan sekolah dipastikan menjadi prioritas pada tahun anggaran 2026.
“Kita akan dianggarkan tahun ini. Tanah sudah kita siapkan, segala sesuatu juga sudah kita siapkan, dan proses perizinan hampir semuanya selesai. Insyaallah ini menjadi prioritas di tahun 2026,” jelasnya.
Sekolah Rakyat di Cilacap dirancang menampung hingga 1.000 siswa dengan sistem pendidikan berasrama.
Namun, penerimaan peserta didik diprioritaskan bagi keluarga miskin ekstrem dan miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Konsepnya nanti bisa menampung sampai 1.000 siswa, dari SD, SMP, sampai SMA dengan boarding school. Tapi ada syaratnya, yaitu mereka yang masuk DTKS, kemiskinan desil satu dan desil dua. Jadi memang kita serap warga yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan berlokasi di wilayah Cilacap Barat, tepatnya di Desa Jenang, Kecamatan Majenang.
Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan data sebaran kemiskinan yang masih cukup tinggi di wilayah barat Kabupaten Cilacap.
“Data kita menunjukkan warga miskin cukup banyak di wilayah Cilacap Barat, makanya kita taruh di Majenang, di Desa Jenang, di kompleks Balai Benih dan kita siapkan lahan sekitar lima hektare,” ujarnya.
Untuk pembiayaan, Syamsul menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di Cilacap menelan anggaran puluhan miliar rupiah dan sepenuhnya bersumber dari pemerintah pusat. Tahun 2026 difokuskan pada pembangunan fisik serta persiapan sistem operasional.
“Tahun ini kita fokus persiapan pembangunan, lalu persiapan perekrutan guru dan sistem operasionalnya. Mudah-mudahan tahun 2027 nanti sudah bisa berjalan optimal,” pungkasnya.