
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie, mengenai kemungkinan percepatan dinamika politik nasional yang keluar dari agenda Pemilu 2029 memantik kritik dari Sekretaris DPC Partai Gerindra Banyumas, Rachmat Imanda. Ia menilai narasi spekulatif semacam itu berpotensi besar menimbulkan kegaduhan publik dan mengganggu fokus pemerintah yang tengah bekerja untuk rakyat.
Kritik tersebut merespons beredarnya video Budi Arie dalam forum bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan relawan, yang menyinggung adanya potensi akselerasi politik di luar koridor lima tahunan.
“Pernyataan semacam ini bisa membuat suasana publik menjadi gaduh dan memunculkan spekulasi yang tidak perlu. Pemerintah sekarang sedang fokus bekerja dan menjalankan berbagai program untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai dinamika politik yang belum waktunya dibicarakan malah mengganggu konsentrasi pembangunan,” ujar Rachmat Imanda, Selasa (25/8/2026).
Imanda menegaskan bahwa masa jabatan kepemimpinan nasional telah diatur secara mengikat oleh regulasi negara. Seluruh elemen politik diimbau untuk menghormati proses konstitusional yang sedang berjalan dan memberi ruang penuh bagi pemerintahan aktif dalam menjalankan amanat rakyat. Pemilu 2029, menurutnya, masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk dipersiapkan secara demokratis.
“Konstitusi sudah mengatur masa jabatan pemerintahan. Jadi, tidak perlu membuat masyarakat bertanya-tanya atau berspekulasi mengenai sesuatu yang belum menjadi agenda. Yang harus kita lakukan adalah menghormati proses konstitusional yang sedang berjalan,” kata dia.
Rachmat Imanda juga menyoroti momentum pernyataan Budi Arie yang berdekatan dengan agenda aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta pada 27 Agustus 2026, aksi yang membawa tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Dinamika yang sengaja dihembuskan di tengah tensi sosial dinilai sangat rawan memicu konflik horizontal.
“Pernyataan seperti ini justru bisa membuat suasana publik menjadi gaduh dan memunculkan spekulasi yang tidak perlu. Pemerintah sekarang sedang fokus bekerja dan menjalankan berbagai program untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Daripada melontarkan isu yang belum waktunya, Imanda mengajak seluruh pihak berfokus mendukung dan mengawal deretan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga perbaikan sarana pendidikan.
“Program-program yang berjalan, bahkan Sekolah Rakyat di Banyumas sudah mulai dirasakan manfaatnya, revitalisasi, bahkan program MBG yang selalu ditindaklanjuti ketika terjadi masalah untuk dicari solusinya,” kata Imanda.
Keberhasilan program-program nyata tersebut dianggap memerlukan perhatian kolektif hingga ke tingkat basis.
“Sekarang banyak program strategis pemerintah yang harus dikawal. Mulai dari Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, dan program lainnya. Semua itu harus dipastikan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata dia.
Imanda menambahkan, momentum pembahas persoalan politik tersebut di tengah situasi sebagian warga daerah yang sedang tertimpa musibah dirasa kurang etis. Ia mengajak elite dan tokoh masyarakat untuk menyalurkan energi publik pada aksi kemanusiaan dan menjaga kondusivitas nasional.
“Kita juga harus punya empati terhadap kondisi masyarakat. Masih ada saudara-saudara kita yang menghadapi bencana. Dalam kondisi seperti ini, energi kita akan jauh lebih bermanfaat jika diarahkan untuk membantu masyarakat dan memastikan pemerintah benar-benar hadir di tengah mereka,” kata Imanda.