Seluruh Wisata Jembatan Kaca di Banyumas Ditutup, Pengelola Beri Respons
BanyumasPariwisata

Seluruh Wisata Jembatan Kaca di Banyumas Ditutup, Pengelola Beri Respons

Bagikan:
Penampakan tempat wisata Jembatan Kaca The Geong di Hutan Pinus Limpakuwus.(Amin Wahyudi)

SERAYUNEWS – Imbas dari insiden jembatan kaca The Geong Limpakuwus yang berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, seluruh wahana jembatan kaca di Kabupaten Banyumas ditutup sementara. Penutupan tersebut, setelah adanya surat PJ Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro kepada pengelola wahana wisata jembatan kaca.

Bagian Pemasaran BLUD UPT Lokawisata Baturraden, Topan Pramukti mengungkapkan pasca insiden di jembatan Kaca The Geong, tak berselang lama muncul surat kebijakan dari PJ Bupati Banyumas terkait wahana jembatan kaca. Sehingga pihaknya bakal menutup sementara dua wahana jembatan kaca yang dikelola oleh BLUD yakni di Taman Botani Baturraden dan Menara Pandang Teratai.

“Sebenarnya, untuk segi teknis tempat kami sudah sesuai standar. Jembatan kaca di Menara Teratai itu sudah bersertifikat layak fungsi. Tetapi, karena adanya permintaan untuk ditutup sementara, kami akan menutup sampai ada instruksi lebih lanjut,” ujar dia.

Menurut Topan, untuk objek wisata sendiri masih dibuka untuk umum. Sehingga wisatawan yang datang bisa menikmati wahana yang lain.

Sementara itu, Pengelola Safari See to Sky Baturraden, Slamet Prayitno mengungkapkan pihaknya juga mendapatkan instruksi penutupan sementara untuk wahana jembatan kaca. Pihaknya¬† bakal mengikuti kebijakan yang dikeluarkan PJ Bupati Banyumas. “Kami menghargai kebijakan tersebut, meskipun dari sisi teknis tempat kami sudah memenuhi standar keamanan,” kata dia.

Sebelumnya, pada Kamis (26/10/2023) PJ Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputri mengungkapkan bahwa wahana jembatan kaca bakal dibuka kembali setelah dikeluarkannya Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Karena pihaknya tidak ingin adanya peristiwa yang terjadi di Jembatan Kaca The Geong terjadi kembali.

Editor: Kholil Rokhman