
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya berlangsung formal di lapangan perkotaan. Di Kabupaten Purbalingga, puluhan pecinta alam memilih merayakan detik-detik kemerdekaan dengan cara unik melalui kegiatan Camping Kemerdekaan di Gunung Kelir.
Kegiatan bertema perayaan 81 tahun Dirgahayu RI ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta. Berada di ketinggian 1373 meter di atas permukaan laut (MDPL), para peserta sengaja memilih Puncak Kelir untuk merasakan suasana baru yang berbeda dari perayaan pada umumnya.
Salah satu peserta Camping Kemerdekaan, Ibra Dwi Saputra, mengungkapkan alasannya mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, merayakan kemerdekaan di tempat terbuka dengan pemandangan alam memberikan kepuasan tersendiri.
”Iya, dikarenakan ingin mencoba sensasi baru merayakan HUT RI yang ke-81 di atas Gunung Kelir dengan view pemandangan alamnya. Kalau di lapangan atau tempat biasa itu sudah hal umum,” ujar Ibra saat diwawancarai.
Meskipun baru pertama kali mengikuti upacara bendera di puncak gunung, Ibra mengaku momen saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di ketinggian memberikan kesan emosional yang mendalam.
”Rasanya cukup berbeda dan berkesan sih. Apalagi ini pertama kalinya saya ikut upacara HUT RI di atas gunung. Saat menyanyikan Indonesia Raya dan melihat pengibaran bendera dengan view alam di Gunung Kelir, rasanya jadi lebih khidmat dan bangga. Suasananya juga menurut saya nggak bisa didapat kalau upacara di tempat biasa,” tuturnya.
Berdasarkan susunan acara dari pihak penyelenggara, rangkaian Camping Kemerdekaan berlangsung selama dua hari, yakni pada Minggu hingga Senin, 16–17 Agustus 2026.
Para peserta mulai melakukan registrasi ulang dan pemberangkatan pada Minggu sore, dilanjutkan dengan malam keakraban lewat acara api unggun serta gladi kotor upacara.
Pada Senin pagi, peserta melakukan summit menuju Puncak Kelir 1373 MDPL sebelum melaksanakan upacara bendera peringatan kemerdekaan pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan istirahat, pembongkaran tenda, dan sesi penutupan sebelum para peserta kembali turun gunung.***